NEWS UPDATE :
BERITA TERKINI :

Berita Terbaru

Berita Terhangat

DPD PKS Samarinda

Fiqh & Syariah

Keluarga Sakinah

Kiprah DPC Samarinda Ulu

DPRD Provinsi KALTIM

Tausiyah dari Ustadz Kita

Opini Kiriman Pembaca

Kolom Kesehatan ( Akh Haris )

Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan

TEMPO: Hidayat-Didik Peroleh Simpati Publik Tertinggi 97 %, Foke Terendah

07/05/12


TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, akhir bulan April lalu "menguasai" perbincangan di sosial media. Meski menguasai perbincangan di jejaring sosial, percakapan itu tidak mempengaruhi simpati masyarakat terhadap pasangan yang didukung Partai Demokrat itu.

"Percakapan tentang Foke-Nara (demikian Fauzi-Nahrowi biasa dipanggil) itu riuh tapi rendah. Riuh karena banyak dipercakapkan, tapi rendah nilainya. Karena percakapannya kebanyakan mengandung unsur negatif," kata Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Tempo.co, dalam peluncuran Indeks Politik Pilkada DKI di Warung Daun Cikini, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2012.

Hasil riset Tempo.co bekerja sama dengan Politicawave.com dengan menangkap jutaan percakapan di Internet menunjukkan hal itu. Berdasarkan Indeks Politik Pilkada DKI Jakarta itu terlihat bahwa Net Brand Reputation (reputasi) pasangan Foke-Nara itu nilainya paling rendah, -51.57. Bandingkan dengan Net Brand Reputation Jokowi-Ahok yang nilainya 13,07 dan Hidayat-Didik yang skor reputasinya 22,9.

Menurut Daru, Indeks Politik Pilkada DKI menunjukkan, pada awal April, jumlah buzz--percakapan yang terjadi atas suatu brand di sosial media--pasangan Foke-Nara sempat tertinggal. Dalam satu hari hanya dipercakapkan 300-1.500 pesan per hari. Angka itu jauh di bawah pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, apalagi Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Nilai buzz Foke-Nara hanya menang dari pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin.

Namun, pada akhir April, keadaan justru berbalik 180 derajat. Foke-Nara justru memimpin jumlah percakapan pada akhir bulan lalu. Bahkan mengalahkan Jokowi-Ahok yang sebelumnya dianggap menuai simpati paling banyak di kalangan kelas menengah, yang notabene pengguna Twitter dan Facebook. Jumlah percakapan tentang Foke bahkan sampai mencapai 9.097 pesan per hari.

"Tapi percakapan saja tidak mempengaruhi simpati untuk pasangan itu. Banyaknya percakapan tidak menggambarkan sentimen positif tentang mereka," kata Daru.

Berdasarkan hasil riset Tempo.cobekerja sama dengan Politicawave.com, Foke-Nara hanya mendapatkan simpati 47,5 persen; Jokowi-Ahok 85,06 persen; dan pasangan yang paling tinggi mendapatkan simpati publik adalah Hidayat-Didik 97,83 persen.

*http://m.tempo.co/2012/05/01/401033/

PKS Desak KPK Tuntaskan Kasus Wa Ode


REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN - Anggota DPR-RI Habib Nabiel Fuad Almusawa dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut tuntas kasus Wa Ode Nurhayati.

Permintaan wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui press releasenya kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (7/5), terkait tudingan Wa Ode ke Anis Matta yang juga Wakil Ketua DPR dari PKS.

Politisi PKS itu mengingatkan pula agar dalam kasus mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI (Wa Ode) tersebut, KPK jangan terjebak dalam proses administrasi, surat menyurat dan rapat demi rapat.

"Tapi KPK harus menelisik, dana Wa Ode itu dari mana dan kemana mengalirnya. Sangat mungkin ada pihak lain yang hingga kini belum disebut-sebut namanya tersangkut dalam kasus tersebut," ujarnya.

"Dalam penyelidikan aliran dana tersebut, KPK bisa meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," saran alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat (Jabar) itu.

Namun Habib Nabiel yakin, KPK akan bertindak profesional, akan melanjutkan proses hukum terhadap pihak yang terindikasi bersalah dan memulihkan nama baik yang tidak bersalah.

"Saya yakin KPK akan bertindak profesional. Akan melanjutkan proses hukum terhadap pihak yang terindikasi bersalah dan memulihkan nama baik pihak yang tidak bersalah, sekalipun pihak yang tidak bersalah itu diopinikan bersalah oleh publik," lanjutnya.

Wa Ode diduga menerima Rp 6 miliar dari pengusaha Fahd A Rafiq sebagai imbalan memasukkan tiga kabupaten di Aceh, yakni Pidie, Aceh Besar, dan Benar Meriah, dalam daftar daerah penerima Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Dugaan uang suap yang diberikan Fahd melalui Haris Surahman yang mentransfernya melalui rekening staf pribadi Wa Ode, Sefa Yolanda itu. KPK pun menetapkan Fahd sebagai tersangka.

"Dalam pengembangan kasus tersebut, KPK juga menetapkan Wa Ode sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kepemilikan harta Rp 10 miliar," ungkapnya.

Terkait tudingan Wa Ode yang menyatakan, wakil Ketua DPR Anis Matta cenderung memaksa meminta tanda tangan Menteri Keuangan (Menkeu) untuk menandatangani surat yang bertentangan dengan rapat Banggar, dia mengimbau, KPK juga agar memanggil Menkeu.

"Kalau ada yang dituding memaksa berarti ada yang dipaksa. KPK sudah meminta keterangan dari pihak yang dituding memaksa. Agar keterangan yang dihimpun lengkap, KPK diimbau agar memanggil juga Menkeu sebagai pihak yang dianggap dipaksa," pintanya.

"Pemanggilan dan atau pemeriksaan terhadap Menkeu itu penting, untuk membuktikan kebenaran tudingan mantan anggota Banggar DPR Wa Ode tersebut," demikian Habib Nabiel.

Mahfudz Siddiq : Ada "Aktor" yang memainkan kasus DPID, Sang Aktor ingin mendeskriditkan PKS

03/05/12


METROTVNEWS,Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq mengatakan ada aktor politik yang memainkan kasus Dana Percepatan Infrastruktur Daerah. Sang aktor ingin mendeskriditkan PKS.

"Memang ada aktor-aktor politik yang mengolah kasus ini untuk mendiskreditkan PKS," kata Mahfudz kepada Metrotvnews.com, Kamis (3/5).

PKS menganggap Wa Ode cuma pion. Ada kekuatan besar yang mendorong Wa Ode berani menyeret nama Sekjen DPP PKS Anis Matta dan pimpinan Banggar lainnya, seperti Tamsil Linrung. Kebetulan Tamsil juga dari PKS.

"Saya pernah mengingatkan Wa Ode secara tidak langsung via salah seorang pimpinan fraksinya agar hati-hati bicara soal calo anggaran," cerita Mahfudz.

Namun, Wa Ode terlena dengan cap yang dialamatkan kepadanya sebagai pahlawan anggaran. Ujungnya, ya seperti sekarang, Wa Ode justru dijerat KPK.

"Sekarang ada yang mendorongnya untuk menarik-narik pihak lain yang tidak berhubungan dengan kasusnya di DPR," terang Mahfudz.


Sumber : METROTVNEWS.COM

Jeffrey Lang: Takjub dengan Alquran, Profesor Matematika itu Memeluk Islam

29/04/12


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Devi Anggraini Oktavika

Sikap kritisnya terhadap logika keberadaan Tuhan membawanyanya pada atheisme di usia remaja. Namun, kekalahan logikanya oleh Alquran sepuluh tahun kemudian membimbing profesor Matematika ini pada Islam, agama yang pernah hadir dalam mimpinya.

***

"Ayah, apakah surga itu benar-benar ada?" Jeffrey Lang kecil bertanya kepada ayahnya saat berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya di pantai, sekitar 50 tahun lalu.

Kini, Jeffrey adalah seorang profesor Matematika yang memperoleh gelar master dan doktor dari Purdue University, West Lafayette, Indiana pada 1981. Pertanyaan yang pernah dilontarkannya saat masih kanak-kanak itu kini terjawab sudah. Dosen dan peneliti di Universitas Kansas Amerika Serikat ini menemukannya dalam Islam, 32 tahun lalu.

Lahir pada 30 Januari 1954 di Bridgeport, Connecticut, Jeffrey dibesarkan di tengah keluarga dan lingkungan Katolik Roma. Selama 18 tahun pertama dalam hidupnya, ia belajar di sekolah-sekolah Katolik, di mana ia bertemu pendeta dan teman-teman dari latar belakang agama yang sama.

Hidup di lingkungan Katolik tak begitu saja menjadikan Jeffrey seorang pemeluk agama yang taat. Sikap kritis yang dimilikinya sejak kecil justru menjauhkannya dari agama keluarganya itu. Diskusi-diskusi yang dibangunnya dengan orang tua, pendeta sekolah, dan teman-teman sekolahnya tak pernah berhasil menjawab pertanyaannya tentang keberadaan Tuhan.

“Pada masa itu, aku sudah mulai banyak bertanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik secara politik, sosial, maupun keagamaan. Aku bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan untuk memperdebatkan hal itu, termasuk dengan pemuka gereja Katolik,’’ tulisnya dalam salah satu buku tentang perjalanannya menemukan Islam.

Menjelang kelulusannya dari sekolah Notre Dam Boys High, saat usianya 18 tahun, Jeffrey merasa kebuntuan logika tentang Tuhan hanya menyisakan satu pilihan baginya; menjadi atheis. Sang ayah yang marah dengan pilihan Jeffrey berkata, "Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey."

Ucapan ayahnya benar-benar terjadi. Jeffrey tertunduk dan bersimpuh di hadapan Tuhan pada suatu malam, dalam sebuah mimpi.

Dalam mimpinya, Jeffrey berada di dalam sebuah ruangan kecil yang tenang dan hening. “Tak ada perabot apapun, tidak juga hiasan apapun di dindingnya yang berwarna putih keabuan. Hanya ada karpet bermotif dengan warna dominan merah dan putih menutupi lantai ruangan,” katanya.

Jeffrey menambahkan, dirinya tak sendiri di dalam ruangan itu. Ia dan beberapa orang lainnya berada dalam beberapa barisan. “Aku ada di barisan ketiga. Tak ada perempuan di sana, hanya laki-laki. Kami semua duduk di atas tumit-tumit kami, menghadap sebuah jendela kecil yang membawa cahaya yang terang benderang ke dalam ruangan.”

Jeffrey merasa asing karena tak mengenal siapapun, namun melakukan gerakan ruku’ dan sujud bersama dan seirama. “Tenang sekali, seolah seluruh suara dimatikan,” katanya. Masih dalam mimpinya, di tengah keheningan itu, Jeffrey tersadar bahwa mereka dipimpin seseorang yang berdiri paling depan di bagian tengah ruangan. “Ia berada di sisi kiriku, tepat di tengah ruangan, terpisah dari barisan.”

“Aku hanya sempat melihatnya sekilas, pria itu memakai jubah panjang putih. Di kepalanya terdapat sebuah kain putih dengan motif merah. Saat itulah aku terbangun dari mimpiku.”

Mimpi itu berulang kali menghampiri Jeffrey di sepanjang 10 tahun kehidupan tanpa Tuhan yang dijalaninya. Karena sama sekali tak mengerti, Jeffrey mengabaikannya. Hanya saja, satu hal yang tak dilupakan Jeffrey, “Aku selalu merasa nyaman setiap terbangun dari mimpi aneh itu.”

***

Sepuluh tahun kemudian, di hari pertamanya mengajar di University of San Fransisco, Jeffrey bertemu seorang mahasiswa Muslim di kelas Matematika yang diampunya. Dalam rentang waktu yang cukup singkat, Jeffrey telah menjalin pertemanan dengan mahasiswa Muslim itu, juga keluarganya. Keduanya sering berbincang dan berdiskusi, namun tak pernah membahas soal agama.

Hingga pada suatu waktu, salah seorang keluarga mahasiswa Muslim itu memberi Jeffrey sebuah salinan Alquran. Karena tak sedang mencari agama, dan sebagai seorang ateis, Jeffrey membacanya dengan berbagai prasangka di otaknya.

Jeffrey pun segera terlibat dalam apa yang disebutnya pergulatan. “Alquran menyerangku secara langsung dan personal, mengkritik, mempermalukan, dan menantangku. Sejak awal, kitab itu menorehkan garis peperangan, dan aku berada di wilayah yang berseberangan,” katanya.

“Anda tidak bisa hanya membaca Alquran. Tidak akan bisa jika Anda melakukannya dengan serius. Pilihannya (ketika Anda membaca Alquran) adalah, pertama, Anda telah menyerah padanya atau, kedua, Anda menantangnya.”

Jeffrey kewalahan. Ia kebingungan. “Aku menderita kekalahan parah. Karena saat membacanya, sangat jelas kurasakan bahwa Penulisnya (Allah SWT) mengetahui tentangku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri,” ujarnya takjub.

Ketakjuban itu bertambah. Ketika Jeffrey memunculkan pertanyaan dan sanggahan baru dalam otaknya setiap selesai membaca Alquran hingga bagian tertentu, ia segera memperoleh jawabannya saat meneruskan bacaannya. “Seolah Penulis kitab itu membaca pikiranku.”

“Alquran selalu berada jauh di depan pemikiranku. Ia menghapus rintangan yang telah kubangun bertahun-tahun lalu dan menjawab semua pertanyaanku,” katanya. Semakin keras ia mencoba melawan dengan sanggahan dan pertanyaan, semakin jelas ia memperoleh kekalahan dalam pergulatan itu. “Aku dituntun ke sebuah sudut di mana hanya ada satu pilihan.”

***

Tahun 1982, Jeffrey mendapati sejumlah kecil mahasiswa Muslim memanfaatkan sebuah ruangan kecil di basement gereja untuk shalat. Ia memberanikan diri mengunjungi tempat itu pada suatu hari. Setelah beberapa jam di ruangan kecil itu, Jeffrey keluar dengan sebuah identitas baru; Muslim.

Ia telah bersyahadat di sana, beberapa saat menjelang tengah hari. Memasuki waktu Dzuhur ia berbaur dan berdiri dalam barisan bersama para mahasiswa, dipimpin seorang bernama Ghassan. Jeffrey menunaikan shalat pertamanya.

Jeffrey terlarut dalam setiap gerakan shalat yang diikutinya. Saat menyelesaikan gerakan sujud dan melakukan duduk iftirasy, Jeffrey melihat ke arah depan dan melihat Ghassan. “Ia berada di sisi kiriku, di tengah-tengah di depan sana, di bawah jendela yang menghujani ruangan dengan cahaya. Ia terpisah dari barisan, mengenakan jubah putih, dengan selendang putih bermotif merah di kepalanya.”

“Mimpi itu!,” teriaknya dalam hati. Setelah berhasil meyakinkan dirinya bahwa ia tak sedang bermimpi, Jeffrey disergap rasa hangat yang mendamaikan hatinya.

Ia berlutut dengan kening menyentuh lantai. Bagian tertinggi raganya yang penuh dengan berbagai pengetahuan dan intelektualitas berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT. Pipi Jeffrey basah oleh air mata



Sumber : http://WWW.REPUBLIKA.CO.ID

Ketua DPC PKS Samarinda Ulu ; Mengapa harus Hadi Mulyadi ???

25/04/12


Oleh : Bang Sani , Ketua DPC PKS Samarinda Ulu


Provinsi Kalimantan Timur memiliki wilayah paling luas di Indonesia (11% dari total luas wilayah Indonesia), dan dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah ruah. Tetapi dari data-data yang disajikan oleh Gubernur pada Rapat Kerja Gubernur ke IV, menunjukkan bahwa dalam hal pertumbuhan ekonomi di pulau Kalimantan, Kaltim masih menempati urutan terbawah dibandingkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (Di sampaikan Gubernur Pada rapat kerja Gubernur ke IV di Samarinda pada 27 September 2010.)


Pertanyaannya adalah mampukah Kalimantan Timur bangkit ? “Kita harus membangun tata kelola pemerintahan yang kredibel, Jujur dan professional agar masyarakat Kaltim percaya dan bangga menjadi warga Kaltim. Tentu Kita semua berharap tata pola pembangunan di Kaltim tidak sekedar program-program besar yang sulit terealisasi serta hanya berorientasi pada target Proyek, tetapi lebih dari itu di perlukan perencanaan matang yang tepat sasaran dan tujuan utamanya adalah peningkatan kesejahteraan warga Kaltim. Dengan cara ini, investasi yang membangun dan mengelola kekayaan alam Kaltim lebih bermanfaat demi mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat. Untuk itu di butuhkan Pemimpin Kaltim kedepan yang mampu menginterpertasikan ide-ide besar dengan pertumbuhan nilai kesejahteraan rakyat kalimantan Timur.


Siapa yang tidak kenal Hadi Mulyadi ? , di seluruh Kota/kab hingga pelosok daerah terpencil mengenal baik sosok ini. Mungkin barangkali hanya warga yang belum ikut Pilkada 2008 dan penduduk baru yang belum mengenal Beliau. Hadi Mulyadi adalah Tokoh Masyarakat Kalimantan Timur yang telah di kenal luas. Ajang Pemilihan Kepala Daerah KALTIM 2008 membuat Beliau sangat di kenal oleh seluruh Warga Kaltim. Bahkan saat itu lebih dari 100.845 (45,07 %) suara yang diraih. Tentu ini modal Popularitas yang cukup besar. Walaupun masih relatif muda bila di bandingkan dengan umur kebanyakan Politisi,beliau juga memiliki kemampuan matang dan sangat mumpuni.


Hadi Mulyadi di kenal sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim yang bersahabat dan murah senyum. Beliau adalah seorang ulama, guru, dosen, olahragawan, seniman dan politikus yang handal dan jujur. Sepak terjang di dunia politik Hadi Mulyadi di kenal sebagai Politisi yang Bersih dan sangat memperhatikan masalah-masalah sosial masyarakat. Beliau bahkan menerima para pendemo yang menentang kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD, dan Beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap aspirasi itu. PKS sendiri sebagai rumah politiknya menyuarakan hal yang sama.


Hadi Mulyadi adalah figur yang di terima di semua lapisan struktural PKS Kalimantan Timur. Jika kelak Hadi Mulyadi secara resmi ditugaskan untuk berperan jauh lebih tinggi dari amanah sebelumnya oleh “Almamater Politiknya”, maka dapat dipredeksi mesin PKS akan bekerja dengan solid.

Kekuatan Mesin Politik PKS tahun 2012 menjadi bahan perhitungan tersendiri dan tidak dapat di anggap remeh (seperti dulu;2008 ). Dalam lima tahun ini Kader-kader PKS yang militan tersebar di seluruh pelosok Kalimantan Timur hingga di perbatasan berhasil membuat lompatan suara yang menggembirakan. Mereka bekerja tanpa pamrih dan sanggup bekerja siang malam mengusung hasil keputusan bersama. Bekerja bukan untuk dunia ansih tetapi di dorong oleh semangat ingin menyebarkan seluas-luasnya kebaikan di masyarakat.

Di semua Kabupaten/Kota terdapat puluhan Anggota Legislatif dari PKS. Di banyak kabupaten/Kota telah banyak kader-kader PKS yang menjadi Walikota/Bupati/Wakil Walikota/wakil Bupati. Kemenangan demi kemenangan di raih saat Pilwali/Pilbup seolah-olah menjadi signal kemenangan di Pemilihan lain yang lebih besar di depan. Suka atau tidak suka “kacamata” untuk memandang PKS di era Pilgub 2008 harus ditanggalkan. Dengan rendah hati saya mengajak mari gunakan “Kacamata” baru untuk memandang PKS di tahun 2012. Kalau enggan menggantinya pun tidak jadi masalah bagi saya, karena kenyataan di depan akan membuktikan kebenaran dengan sendirinya.


Dengan gambaran nyata diatas tak bisa di pungkiri lagi, PKS dikalimantan Timur Semakin tahun semakin jauh bertambah kuat dan memiliki basis masa yang menjalar hingga ke akar rumput. Stigma dekade awal yang beranggapan bahwa PKS hanya di kenal dikalangan menengah menjadi terbantahkan dengan gejala mobilitas sosial yang sulit di elakkan. Beberapa kali dan teramat sering PKS Kaltim mengadakan berbagai acara yang di hadiri ribuan bahkan puluhan ribu orang, tidak dengan iming-iming uang saku dan tanpa “magnet” berupa hiburan artis ibu Kota. Setidaknya ini menjadi cerminan kedekatan hubungan PKS dengan masyarakat luas yang terdiri dari berbagai agama, suku, dan golongan. Bagi Hadi Mulyadi Pelayanan Pemerintah itu harus dapat di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, apapun agama, suku dan golongannya.


Beliau adalah Putra Asli Kalimantan. Beliau juga menjadi Pembina KBBKT (Kerukuan Bubuhan Banjar Propinsi Kalimantan Timur), juga menjadi Penasehat KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Propinsi Kalimantan Timur. Beliau juga menghadiri beberapa acara pagelaran Wayang kulit yang di selenggarakan Paguyuban-Paguyuban Jawa dan ikut bersama-sama menonton wayang, tidak jarang Beliau bertanya tentang sifat dan watak para Tokoh Wayang yang bisa di jadikan pelajaran dalam kehidupan nyata.


Menurut Hadi Mulyadi Bekerja itu juga bernilai ibadah jika di niatkan untuk kebaikan orang banyak, maka atas dasar itulah seharusnya setiap pemimpin memandang tugas dan tanggung jawabnya. seperti prinsip “Rahmatan lilalamin ( menyampaikan rahmat/kasih sayang pada seluruh alam)”. Mungkin dengan prinsip ini Beliau bekerja dan berusaha. Barangkali dengan cara ini pula Hadi Mulyadi menjadi sosok yang relatif di terima di berbagai lapisan dan golongan.


Jadilah seperti Embun...
Sejuk karena kerendahan hati...
Tidak pernah berhenti meneteskan diri...
Yakin dan percaya dengan kelembutannya ia bisa menembus batu dan hati...
Kebeningannya lambang ketulusan diri......
Kebersihannya pertanda hati yang suci...

Embun , By Hadi Mulyadi & Anis Matta, Smd, Maret 2010

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Biodata H.Hadi Mulyadi,S.Si,M.Si

Nama
H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si
Tempat/Tgl Lahir
Samarinda, 9 Mei 1968
Alamat
Jl. Juanda 7C No.29 Samarinda
Agama
Islam
Perkerjaan:
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur 2009-2014
Istri:
Hj. Erni Makmur
Anak:
1. Usamah Saifurrahman (Alm)
2. Khaulah Karimah
3. Muhammad Al-Fatih
4. Muhammad Ibrahim Khalil
5. Ahmad Ismail Yasin

Riwayat Pendidikan:
1. TK Dharma Bahagia Samarinda (1974)
2. SDN 014 Samarinda (1981)
3. SMPN 1 Samarinda (1984)
4. SMAN 2 Samarinda (1987)
5. FMIPA Unhas Ujung Pandang (1995)
6. Magister Sains Ilmu Ekonomi Unhas(2004)

Riwayat Pekerjaan:
1. Pengajar Bimbel Al-Kalam Ujung Padang
2. Pengajar Bimbel Jakarta Intensive Learning Course (JILC) Ujung Padang
3. Pengajar Bimbel Eureka Ujung Pandang
4. Pengajar Bimbel Bina Muslim Cendekia (BMC) Ujung Pandang
5. Pengajar Pondok Pesantren Darul Aman Ujung Pandang.
6. Pengajar SMU M I Samarinda
7. Asisten Kalkulus TPB Unhas Ujung Padang
8. Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cordova Samarinda.
9. Dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia Ujung Padang
10. Dosen Fakultas Pertanian Universitas ’45 Ujung Padang
11. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
12. Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STIMIK) Widya Cipta Dharma Samarinda
13. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Samarinda
14. Dosen S-1 PIN (Pemerintahan Integratif) Samarinda.
15. Dosen Politeknik Negeri Samarinda.
16. Trainer Lembaga Manajemen Trusco Samarinda
17. Ketua Komisi 1 DPRD Kaltim Periode 2004/2007

Riwayat Organisasi ;
1. Pengurus IRMA Masjid Al-Ma’ruf Samarinda
2. Pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA Universitas Makasar
3. Pengurus Senat Mahasiswa FMIPA Universitas Makasar
4. Pengurus Mahasiswa Pecinta Musholla (MPM) Universitas Makasar
5. Wakil Ketua Lembaga Studi dan Dakwah Islam Ar-Rahmah Makassar
6. Ketua Biro Pendidikan dan Dakwah Al-Ishlah Samarinda
7. Sekretaris Umum Partai Keadilan Propinsi Kalimantan Timur
8. Wakil Ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Kaltim
9. Sekretaris Umum Partai Keadilan Propinsi Kalimantan Timur
10. Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Propinsi Kalimantan Timur
11. Ketua Wilayah Dakwah Kalimantan Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera
12. Pembina Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) CORDOVA Samarinda
13. Pembina KBBKT (Kerukuan Bubuhan Banjar Propinsi Kalimantan Timur)
14. Penasehat KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Propinsi Kalimantan Timur


Mata Kuliah Yang Diajarkan
1. Matematika Dasar / kalkulus
2. Statistik
3. Aljabar Linier
4. Analisa Numerik
5. Teknik Pidato
6. Model Matematik
7. Matematika Ekonomi
8. Matematika Teknik


Ketua DPC PKS Samarinda Ulu : Mari kita Syukuri pertambahan umur PKS menjadi 14 Tahun, dengan wujud kerja keras untuk melayani masyarakat dan Bangsa

24/04/12


Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002 (atau tanggal 9 Jumadil 'Ula 1423 H untuk tahun hijriah) dan merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan (PK) yang didirikan di Jakarta pada 20 Juli 1998 (atau 26 Rabi'ul Awwal 1419 H) [1]. Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) [2] dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.

Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945. Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus mengubah namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiring terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma'il dan Hidayat Nur Wahid disaat Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16 - 20 Juni 2010 di Jakarta, Luthfi Hasan Ishaaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2010-2015. Jum'at 20 April 2012 Genap Sudah Partai Keadilan Sejahtera berusia 14 Tahun. Sebagai Partai yang terlahir dari rahim Reformasi, PKS telah dan akan konsisten membela dan menyuarakan aspirasi jutaan Rakyat Indonesia dari semenjak kelahirannya sampai saat ini. PKS tegas menyatakan ada penyimpangan di Kasus Century, Mafia Pajak dan terakhir MENOLAK Penaikan harga BBM bersubsidi.

PKS di usianya yang masih muda, akan tetap Bekerja dalam ke bhinekaan demi kejayaan bangsa. Kami akan terus berbakti untuk pertiwi, seluruh kader-kader PKS di seluruh penjuru tanah air bahkan di berbagai negeri akan terus bekerja tanpa kenal lelah. Memberi semua potensi, berbagi kepeduliaan, menegaskan harapan itu masih ada.

Ustadz Masykur Sarmian ; Jaga kedekatan pada Allah dan Berikan manfaat pada Rakyat.

16/04/12


Berpolitik sebaiknya menjadi jalan untuk mengembangkan dakwah dalam rangka menyebarkan kebaikan untuk seluruh umat dan masyarakat. Itulah pandangan Masykur Sarmian

Awal kariernya di dunia politik dimulai dengan ketidaksengajaan. Usai menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa akhir 1980-an Ustadz Masykur merantau ke Samarinda dan memilih menjadi dai.
Dengan istiqomah menjaga garis perjuangan partai yang menggaungkan amar makruf nahi mungkar ternyata masyarakat bisa menilai. "Besarnya satu partai saya pikir ditentukan dari orang-orang yang berada di dalamnya,” ujar Ustadz Masykur.

Ustadz Masykur yang memilih PKS sebagai wadah berpolitik meretas masa depan jalur dakwah juga tidak sekali mendapat cobaan. Saat ini Beliau dipercaya kader, anggota dan simpatisan partainya untuk menjadi Ketua DPW PKS Kalimantan Timur. Dikatakannya, Bahwa amanah adalah sesuatu yang berat pertanggung jawaban di hadapan Allah tetapi harus tetap dilaksanakan sebagai bentuk Ketaatan. saat itu bukan karena niat pribadinya mencalonkan diri. Namun kesepakatan Seluruh pengurus PKS Kaltim yang mempercayai dirinya untuk mengemban amanah yang berat ini.

Berbagai tantangan dan ujian telah di lewati, hal itu tidak menyurutkannya dalam perjuangan, yang selalu dikatakannya sebagai ajang dakwah dan medan untuk menunjukkan eksistensi cinta pada Allah.

Ustadz H Masykur Sarmian menyampaikan, semangat amal kader PKS berawal dari 4 modal. Yakni iman, amal, mahabbah (cinta) dan Al Ukhuwah (kebersamaan). Tentunya keistiqomahan setiap kader di perlukan untuk mengemban 4 modal tersebut. Dan Beliau sangat yakin seluruh kader memiliki semangat yang sama.

Beberapa Tahun belakangan berbagai kemenangan da’wah telah terbuka di berbagai kota dan kabupaten di kalimantan Timur, banyak kader-kader PKS yang menjadi Bupati/wakil Bupati atau Walikota/Wakil Walikota dan lebih banyak lagi yang memegang posisi legislasi pada DPRD tiap Kota dan Kabupaten. Hal ini menurut Beliau bukanlah tujuan akhir dari perjuangan kita, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana keberadaan kader-kader PKS di Pos-Pos Pemerintahan maupun legislatif mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya pada kemakmuran rakyat.

Ketua DPC PKS Samarinda Ulu, Bang Sani saat di tanya pendapatnya terkait rekam jejak Ustadz Masykur Sarmian menjawab “ Ustadz Masykur itu Pemimpin yang Visioner dan Beliau mampu menyusun peta strategi yang jitu dalam mengembangkan Da’wah, Beliau juga terbuka pada ide-ide baru bahkan saat Saya pertama kali menunjukkan seragam lapangan baru DPC PKS Samarinda Ulu, Beliaulah orang pertama yang mengacungkan jempol tanpa banyak bertanya, berbeda dengan beberapa kawan yang tak henti-hentinya bertanya tentang seragam lapangan baru kami.” Pungkas Bang Sani.

“Seluruh Kita harus ingat bahwa Keridhoan Allah adalah motivasi utama bagi seluruh kader PKS dalam pergerakannya. Karena yang kita andalkan bukan Cuma masalah logistik atau materi tetapi kebersamaan Allah pada barisan kita dan kedekatan kita pada-Nya itulah yang selalu kita jaga.” Pungkas Ustadz Masykur.

----------------------------------------------------------------------
Sumber : 1. http://www.kaltimpost.co.id/?mib=berita.detail&id=17599
2. Berbagai ceramah dan Sambutan di berbagai acara sepanjang 2011-2012
3. Tanggapan Ustadz Maskur di beberapa media cetak lokal Kaltim

AS 'Bermain-main' di Pilpres Mesir, Mencari yang Pro-Barat dan tidak Anti Israel


Komisi Tinggi Pemilu Mesir mengumumkan berita mengejutkan dengan mendiskualifikasi sepuluh kandidat calon presiden. Tiga di antaranya adalah kandidat terkuat, yaitu bekas kepala dinas intelijen di bawah rezim Hosni Mubarak, Omar Suleiman, kandidat Ikhwanul Muslimin, Khairat el-Shater, dan politisi Salafi, Hazem Abu Ismail.

Berdasarkan peraturan pemilu Mesir, calon yang didiskualifikasi dapat mengajukan banding dalam waktu 48 jam. Shater dicoret dari bursa capres karena catatan kriminalnya di masa lalu saat menjadi aktivis politik yang menentang rezim Mubarak, sementara Suleiman masih terbilang bagian dari rezim despotik negara itu, adapun Abu Ismail didiskualifikasi karena ibunya memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Di antara sepuluh nama yang didiskualifikasi dari bursa capres, ada figur-figur dengan akseptabilitas tinggi seperti, Shater. Kandidat Ikhwanul Muslimin ini memiliki peluang besar untuk menang dalam pemilu presiden Mesir. Meskipun kelompok itu sebelumnya telah mengajukan calon alternatif, namun sepertinya ada "kekuatan tertentu" yang sedang bermain mencegah Ikhwanul Muslimin menduduki jabatan eksekutif di negara itu.

Rakyat Mesir dalam beberapa hari terakhir menggelar protes untuk menentang pencalonan Suleiman. Mereka juga menyebut Shater sebagai orang yang memiliki peluang besar untuk menduduki kursi presiden. Akan tetapi, sekarang muncul isu-isu lain yang mengindikasikan bahwa "kekuatan tertentu" ingin menyetir pemilu Mesir sejalan dengan kehendak AS, terlebih Amr Moussa disebut-sebut sebagai kandidat yang didukung Barat untuk memimpin Mesir.

Beberapa pengamat politik percaya bahwa ada kemungkinan Dewan Tinggi Militer dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan asing memerintahkan pencoretan beberapa nama dan mempertahankan para kandidat yang didukung Barat, khususnya AS. (a.l.: Ahmed Shafiq mantan perdana menteri era Mubarak, dan Amr Moussa bekas Menteri Luar Negeri pemerintahan Mubarak-ed)

Ini adalah fakta bahwa pemilu presiden Mesir merupakan sebuah momen penting bagi kebanyakan negara Barat, sebab presiden terpilih bertugas mengarahkan kebijakan dalam dan luar negeri Mesir. Setelah tumbangnya rezim Mubarak, AS ingin melestarikan pengaruhnya di negara itu dan sedang mencari tokoh yang tepat untuk didukung. Washington menginginkan pemimpin yang bisa menghidupkan kembali kedudukan AS di kawasan sekaligus tidak begitu bersinggungan dengan rezim Zionis Israel.

Oleh karena itu, AS dan Barat menyusun program untuk memenangkan tokoh yang loyal kepada mereka. Pencoretan nama-nama yang didukung oleh kelompok Islam semakin membuka peluang bagi AS untuk meloloskan jagoannya. Sebuah masalah yang jika terealisasi, akan menjadi sebuah bahaya serius bagi revolusi Mesir. (IRIB Indonesia/RM/NA)

Cahyadi : Saudaraku Nikmatilah Jalan Da'wah ini, Apapun amanah Kita. ( Samarinda, 6 April 2012 )

08/04/12


Oleh : Cahyadi Takariawan

Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya.

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.

Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.

Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun” atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.

Kamu siapa ?

“Saya pengurus partai dakwah”. Ini bisa disebut.

“Saya pejabat publik yang diusung oleh partai dakwah”. Ini juga bisa disebut.

“Saya pemimpin organisasi dakwah”. Ini sangat mudah disebut.

“Saya kepala daerah yang dicalonkan dari partai dakwah”. Ini cepat disebut.

Tapi, kamu siapa ?

“Saya orang yang selalu berdakwah. Pagi, siang, sore dan malam. Kelelahan adalah kenikmatan. Perjuangan adalah kemuliaan. Saya bahkan tidak tahu, apa nama diri saya. Karena saya lebih suka memberikan hal terbaik bagi dakwah, daripada mencari definisi saya sebagai apa di jalan ini”.

Ya. Nikmati saja jalan ini. Sebagai apapun, atau tidak sebagai apapun diri kita di jalan dakwah. Saudaraku Jangan gagal menikmati.


-----------------------------------------------------------------------------------------

Penyadur : Husain

( Husain : Saya hadir saat Beliau memberikan Tausyiah ini. Sebenarnya ada 3 hal yang Ustadz Cahyadi Sampaikan yaitu Jaga diri ( arahnya untuk para Senior Da'wah ), jaga keluarga dan Jaga Da'wah ini. Dan Tulisan di atas adalah bagian dari pembahasan tiga hal tersebut. Tulisan diatas adalah apa yang saya dengar dan mencoba mencocokkan dengan tulisan Beliau yang punya topik yang sama di berbagai media. Saat ini saya masih menyusun tulisan secara lengkap dari Tausiyah Beliau tentang 3 hal tersebut )

( Dua kali Ustadz Cahyadi meneteskan air mata, pertama saat menyampaikan cerita seorang Kader yang mengumpulkan Jilbab-Jilbab bahkan korden untuk di jahit dan sablon bendera PK (masih Partai Keadilan) lalu kehilangan pahala karena membicarakan kembali pengorbanannya. Kedua Saat Beliau berkata "Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini". Saya dan banyak Ikhwah saat itu pun tidak kuasa menahan air mata.

Hilmi : PKS Siap Di Dalam Atau Di Luar Pemerintah

01/04/12


Islamedia - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tak khawatir bakal dikeluarkan dari barisan koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Keputusan PKS menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah merujuk pada penolakan masyarakat atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM.


"Dari awal kita menolak. Ini kan maunya rakyat yang harus diikuti parpol," kata Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin kepada detikcom, Sabtu (31/3/2012).


Hilmi menegaskan meski berada di koalisi, namun partainya tetap memiliki independensi dalam memutuskan sesuatu utamanya menyangkut kebijakan pemerintah terkait masyarakat. "Enggak apa-apa dilaporin ke SBY, kita tidak keberatan. Lagi kenapa mesti dilaporin kan Pak SBY sudah melihat jelas sikap kami dari siaran televisi," imbuhnya.


Dia menambahkan, partainya siap bila harus berada di luar pemerintahan. Bagi PKS, urusan koalisi tidak urgen lantaran PKS memfokuskan kerja untuk rakyat. "Kita enggak khawatir mau ditendang dari koalisi. Kita di luar pemerintah bisa, di dalam juga bisa,
namanya ibadah yang penting bekerja," tandasnya.


Seperti diketahui dalam paripurna persetujuan revisi Undang-Undang APBN Perubahan tahun 2012, PKS menolak penambahan pasal 7 ayat 6 A yang menjadi dasar bagi pemerintah menaikan harga BBM dengan syarat harga minyak mentah dunia mencapai USD 200 per barel dalam kurun waktu enam bulan.


Sikap PKS sama dengan keputusan partai non koalisi yakni PDI Perjuangan, Gerindra dan Hanura yang juga menolak kenaikan harga BBM. Namun, PDIP dan Hanura memilih walk out saat dilakukan voting. Jumlah suara penolak kenaikan pun kalah telak dari pro kenaikan yang didukung 356 suara dari Demokrat, Golkar, PAN, PPP dan PKB.

Sumber :
http://www.islamedia.web.id/2012/04/hilmi-pks-siap-di-dalam-atau-di-luar.html

Berita Terpopuler

DPW PKS KALTIM

Tahukah Kita

Renungan & Hikmah

Bidpuan DPC ULU

Dapur Bidpuan Samarinda Ulu


Fraksi DPRD Smd ( Oleh : Utomo Puji )

 
© Copyright PKS Samarinda Ulu 2012 | Design by PKS TEMPLATE | Powered by Blogger.com.