BERITA TERKINI :
Berita Terbaru
Berita Terhangat
DPD PKS Samarinda
Fiqh & Syariah
Keluarga Sakinah
Kiprah DPC Samarinda Ulu
DPRD Provinsi KALTIM
Tausiyah dari Ustadz Kita
Opini Kiriman Pembaca
Kolom Kesehatan ( Akh Haris )
Tampilkan postingan dengan label kolom keluarga sakinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolom keluarga sakinah. Tampilkan semua postingan
4/02/2012
Jakarta - Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera(PKS) pada 1–4 April 2012 menerima delegasi dua negara tetangga, yaitu Thailand dan Malaysia. Utusan Malaysia berasal dari Yayasan IKRAM, yaitu sebuah lembaga sosial dan dakwah yang memiliki ranah kerja di antaranya memperjuangkan isu-isu perempuan berlandaskan syari'at baik di tingkat nasional maupun internasional dan membela hak-hak perempuan sesuai dengan yang digariskan Islam; membangun potensi serta kepimpinan perempuan untuk berkonstribusi pada pembangunan ummat. Sementara delegasi dari Thailand berasal dari Yayasan ASSALAM, yaitu sebuah lembaga yang bergerak di bidang dakwah, sosial, dan kemasyarakatan. Yayasan ini memiliki mitra kerja dengan universitas islam terbesar di Thailand, yaitu Yala Islamic University".
Delegasi kedua negara yang berjumlah 40 orang tersebut akan melakukan studi banding terkait tema ketahanan keluarga yang searah dengan tema sentral yang diusung dan direalisasikan oleh Bidang Perempuan PKS di seluruh provinsi Indonesia.
“Kunjungan delegasi Yayasan ASSALAM, Thailand dan Yayasan IKRAM, Malaysia ini merupakan penghargaan yang luar biasa kepada Bidang Perempuan PKS terkait upaya mengokohkan keluarga Indonesia yang sedang kami lakoni”, jelas Anis Byarwati, S.Ag, M.Si, Ketua Bidang Perempuan DPP PKS. Saat ini, lanjut Anis, Bidang Perempuan PKS tengah melakukan berbagai upaya untuk mengajak seluruh eleman bangsa guna bersatu padu menguatkan dan meningkatkan kualitas keluarga melalui Gerakan Pengarusutamaan Keluarga (PUK). Melalui gerakan ini, salah satunya PKS menginginkan agar persoalan keluarga dijadikan sebagai sebuah nomenklatur dalam pembangunan dan menjadi leading sector dalam struktur pemerintahan.
“Bagaimanapun, ketika kita merujuk persoalan bangsa, seperti korupsi, kemiskinan, dan rendahnya status kesehatan masyarakat, faktor kualitas keluarga sangat mempengaruhi. Oleh karena itu, sudah saatnya dilakukan sebuah gerakan sistematik dan terpadu untuk menjadikan entitas keluarga sebagai basis transformasi sosial bangsa dan dasar pengambilan kebijakan”, tegas Anis Byarwati.
Selama kunjungan, delegasi dari Thailand dan Malaysia ini akan melakukan sharing pengalaman dan diskusi dengan fungsionaris Bidang Perempuan DPP PKS, di antaranya tentang pornografi, perdagangan anak dan perempuan, upaya peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, dan ketahanan keluarga. Selain itu, mereka juga akan melakukan silaturrahim dan berdialog dengan berbagai elemen masyarakat, seperti pelajar sekolah menengah, organisasi masyarakat, anggota legislatif daerah dan pusat, aktivitas LSM, pejabat daerah, dan pejabat negara. Di antaranya akan bersilaturrahim dengan pengurus Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I), pengurus Ormas Salimah; Presiden PKS, Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq, M.A.; walikota Depok, DR. Nur Mahmudi Ismail; dan Menkoinfo, Ir. Tifatul Sembiring.
Delegasi Thailand & Malaysia Lakukan Dialog Terkait Persoalan Ketahanan Keluarga
02/04/12
Jakarta - Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera(PKS) pada 1–4 April 2012 menerima delegasi dua negara tetangga, yaitu Thailand dan Malaysia. Utusan Malaysia berasal dari Yayasan IKRAM, yaitu sebuah lembaga sosial dan dakwah yang memiliki ranah kerja di antaranya memperjuangkan isu-isu perempuan berlandaskan syari'at baik di tingkat nasional maupun internasional dan membela hak-hak perempuan sesuai dengan yang digariskan Islam; membangun potensi serta kepimpinan perempuan untuk berkonstribusi pada pembangunan ummat. Sementara delegasi dari Thailand berasal dari Yayasan ASSALAM, yaitu sebuah lembaga yang bergerak di bidang dakwah, sosial, dan kemasyarakatan. Yayasan ini memiliki mitra kerja dengan universitas islam terbesar di Thailand, yaitu Yala Islamic University".
Delegasi kedua negara yang berjumlah 40 orang tersebut akan melakukan studi banding terkait tema ketahanan keluarga yang searah dengan tema sentral yang diusung dan direalisasikan oleh Bidang Perempuan PKS di seluruh provinsi Indonesia.
“Kunjungan delegasi Yayasan ASSALAM, Thailand dan Yayasan IKRAM, Malaysia ini merupakan penghargaan yang luar biasa kepada Bidang Perempuan PKS terkait upaya mengokohkan keluarga Indonesia yang sedang kami lakoni”, jelas Anis Byarwati, S.Ag, M.Si, Ketua Bidang Perempuan DPP PKS. Saat ini, lanjut Anis, Bidang Perempuan PKS tengah melakukan berbagai upaya untuk mengajak seluruh eleman bangsa guna bersatu padu menguatkan dan meningkatkan kualitas keluarga melalui Gerakan Pengarusutamaan Keluarga (PUK). Melalui gerakan ini, salah satunya PKS menginginkan agar persoalan keluarga dijadikan sebagai sebuah nomenklatur dalam pembangunan dan menjadi leading sector dalam struktur pemerintahan.
“Bagaimanapun, ketika kita merujuk persoalan bangsa, seperti korupsi, kemiskinan, dan rendahnya status kesehatan masyarakat, faktor kualitas keluarga sangat mempengaruhi. Oleh karena itu, sudah saatnya dilakukan sebuah gerakan sistematik dan terpadu untuk menjadikan entitas keluarga sebagai basis transformasi sosial bangsa dan dasar pengambilan kebijakan”, tegas Anis Byarwati.
Selama kunjungan, delegasi dari Thailand dan Malaysia ini akan melakukan sharing pengalaman dan diskusi dengan fungsionaris Bidang Perempuan DPP PKS, di antaranya tentang pornografi, perdagangan anak dan perempuan, upaya peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, dan ketahanan keluarga. Selain itu, mereka juga akan melakukan silaturrahim dan berdialog dengan berbagai elemen masyarakat, seperti pelajar sekolah menengah, organisasi masyarakat, anggota legislatif daerah dan pusat, aktivitas LSM, pejabat daerah, dan pejabat negara. Di antaranya akan bersilaturrahim dengan pengurus Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I), pengurus Ormas Salimah; Presiden PKS, Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq, M.A.; walikota Depok, DR. Nur Mahmudi Ismail; dan Menkoinfo, Ir. Tifatul Sembiring.
4/01/2012
Rasulullah adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW.
1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini “Ladies First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”. Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
2. Mencium istri ketika pergi dan datang Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang. Dari ‘Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)
3. Makan/minum sepiring/segelas berdua Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod) Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.) Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300) Bahkan keberkahannya dijamin, Diriwayatkan Abu Hurairah : “Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))
4. Suami menyuapi istri Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)
5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit) Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)
6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan) Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)
7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).
8. Memberi hadiah Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)
9. Tetap romantis walau istri sedang haid Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisyah sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Qur’an (HR Bukhari no 7945)
10. Mengajak istri makan di luar Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah SAW berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)
11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota. Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)
12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment) Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)
13. Mencium istri sering-sering Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang kebanyakan ada di layar kaca. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)
14. Suami mengantar istri Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.” (Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)
15. Suami istri berjalan dimalam hari Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)
16. Panggilan khusus pada istri Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah. Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”
17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)
18. Memperhatikan perasaan istri “Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)
19. Segera menemui istri jika tergoda. Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)
20. Berpelukan saat tidur Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)
21. Membantu pekerjaan rumah tangga Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol. Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)
22. Mengistimewakan istri Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)
23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)
24. Tiduran di pangkuan istri Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)
25. Mandi romantis bersama pasangan Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)
26. Disisir istri Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)
27. Minum bergantian pada tempat yang sama Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)
28. Membelai istri “Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)
Dan masih banyak tips lain yang bisa dilakukan sesuai kreatifitas Anda semua. Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi). Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin..
Dari Berbagai Sumber :
1. Al Qur’an dan Hadist
2. FB : Menggapai Ridho Allah,Sikap Teladan Rasulullah Terhadap Istri-Istri Beliau’oleh Menggapai ridho Allah pada 29 Oktober 2011 pukul 12:27 •
3. http://pinrizal.blogspot.com/2011/07/tips-menjadi-suami-romantis-ala-nabi.html
4. http://ad-dai.blogspot.com/2012/04/suami-romantis-ala-rasulullah.html
5. dan Banyak sumber lain
28 Tip's menjadi Suami Romantis seperti Rasulullah
01/04/12
Rasulullah adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW.
1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini “Ladies First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”. Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
2. Mencium istri ketika pergi dan datang Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang. Dari ‘Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)
3. Makan/minum sepiring/segelas berdua Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod) Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.) Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300) Bahkan keberkahannya dijamin, Diriwayatkan Abu Hurairah : “Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))
4. Suami menyuapi istri Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)
5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit) Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)
6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan) Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)
7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).
8. Memberi hadiah Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)
9. Tetap romantis walau istri sedang haid Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisyah sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Qur’an (HR Bukhari no 7945)
10. Mengajak istri makan di luar Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah SAW berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)
11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota. Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)
12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment) Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)
13. Mencium istri sering-sering Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang kebanyakan ada di layar kaca. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)
14. Suami mengantar istri Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.” (Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)
15. Suami istri berjalan dimalam hari Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)
16. Panggilan khusus pada istri Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah. Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”
17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)
18. Memperhatikan perasaan istri “Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)
19. Segera menemui istri jika tergoda. Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)
20. Berpelukan saat tidur Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)
21. Membantu pekerjaan rumah tangga Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol. Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)
22. Mengistimewakan istri Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)
23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)
24. Tiduran di pangkuan istri Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)
25. Mandi romantis bersama pasangan Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)
26. Disisir istri Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)
27. Minum bergantian pada tempat yang sama Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)
28. Membelai istri “Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)
Dan masih banyak tips lain yang bisa dilakukan sesuai kreatifitas Anda semua. Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi). Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin..
Dari Berbagai Sumber :
1. Al Qur’an dan Hadist
2. FB : Menggapai Ridho Allah,Sikap Teladan Rasulullah Terhadap Istri-Istri Beliau’oleh Menggapai ridho Allah pada 29 Oktober 2011 pukul 12:27 •
3. http://pinrizal.blogspot.com/2011/07/tips-menjadi-suami-romantis-ala-nabi.html
4. http://ad-dai.blogspot.com/2012/04/suami-romantis-ala-rasulullah.html
5. dan Banyak sumber lain
3/07/2012
Bahkan ketika kamu memiliki semua pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, cintamu bukan saja mungkin tertolak dan kamu terluka di bawah hukum keserasaan dan keserasian. Lebih dari itu, kamu juga tidak bebas dari problematika kehidupan cinta dan asmara seperti yang dialami orang-orang biasa.
Dalam terminologi batin kehidupan, sebenarnya kita semua hanya orang-orang biasa, memiliki rasa orang-orang biasa, dan menghadapi persoalan cinta yang juga dialami orang-orang biasa.
Bahkan ketika sang kekasih setara dengan kamu pada pesona fisik, jiwa, akal dan ruhnya, itu juga bukan sebuah sertifikat bebas perkara kehidupan, yang dapat kamu tempel pada dinding kesadaranmu.
Tidak!!! Persoalan hidup adalah jatah setiap manusia, tidak peduli apakah ia orang baik atau bukan. Bahkan sumber persoalan hidup kita seringkali datang dari kebaikan hati kita. Seperti unta yang sabar; orang-orang hanya tahu memikulkan beban ke punggungnya tanpa pernah mendengar keluhannya. Kesabarannya adalah sumber masalahnya.
Yang membedakan mereka adalah bahwa mereka selalu “berada di atas” masalah-masalah mereka. Karena itu mereka selalu mampu “mengatasi” masalah-masalah mereka. Mereka selalu sanggup melampaui lorong gelap pada suatu potongan waktu kehidupan mereka.
Mereka selalu menang. Cerita mereka selalu berakhir bagus; tidak selalu karena endingnya penuh bunga dan senyum, kadang-kadang justru karena keputusan pahit yang mengharu-biru sebab ia lahir dari cinta yang ksatria.
Seperti ketika istri-istri Rasuiullah saw meminta tambahan perhiasan dunia. Apa yang salah dengan tuntutan itu? Itu datang dari istri-istri yang shalihah kepada seorang suami yang shalih. Itu bukan barang haram.
Tapi tuntutan itu berat bagi sang Rasul; bagaimana mungkin ia kembali kepada persoalan kecil seperti ini ketika ia sedang dalam perjalanan untuk melakukan sentuhan akhir dalam penyelesaian misi kenabiannya? Itu mengganggu dan menyedot perhatiannya justru ketika ia sedang membutuhkan konsentrasi penuh untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Itu menyebabkan beliau “mendiamkan” mereka selama sebulan. Bahkan beliau menyendiri dan tidak ingin ditemui oleh sahabat-sahabat beliau.
Contoh itu mungkin terasa terlalu sophisticated. Mari kita ambil contoh lain. Suatu saat beliau berada di rumah Aisyah. Kemudian Saudah datang menemui beliau. Aisyah pun menawarkan kue yang baru saja dibuatnya. Tapi Saudah mengatakan, kue itu tidak enak. Aisyah tentu saja tersinggung. la pun menimpuk Saudah dengan kue itu. Dan Saudah membalasnya. Timpuk-menimpuk itu berlangsung sementara sang suami menyaksikannya sembari tertawa terbahak-bahak.
Oh, persoalan memang datang. Tapi selalu berlalu. Di balik bilik sederhana itu ada banyak gejolak. Tapi keteduhan selalu mengakhirinya.[]
Gejolak di Balik Bilik
07/03/12
Bahkan ketika kamu memiliki semua pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, cintamu bukan saja mungkin tertolak dan kamu terluka di bawah hukum keserasaan dan keserasian. Lebih dari itu, kamu juga tidak bebas dari problematika kehidupan cinta dan asmara seperti yang dialami orang-orang biasa.
Dalam terminologi batin kehidupan, sebenarnya kita semua hanya orang-orang biasa, memiliki rasa orang-orang biasa, dan menghadapi persoalan cinta yang juga dialami orang-orang biasa.
Bahkan ketika sang kekasih setara dengan kamu pada pesona fisik, jiwa, akal dan ruhnya, itu juga bukan sebuah sertifikat bebas perkara kehidupan, yang dapat kamu tempel pada dinding kesadaranmu.
Tidak!!! Persoalan hidup adalah jatah setiap manusia, tidak peduli apakah ia orang baik atau bukan. Bahkan sumber persoalan hidup kita seringkali datang dari kebaikan hati kita. Seperti unta yang sabar; orang-orang hanya tahu memikulkan beban ke punggungnya tanpa pernah mendengar keluhannya. Kesabarannya adalah sumber masalahnya.
Yang membedakan mereka adalah bahwa mereka selalu “berada di atas” masalah-masalah mereka. Karena itu mereka selalu mampu “mengatasi” masalah-masalah mereka. Mereka selalu sanggup melampaui lorong gelap pada suatu potongan waktu kehidupan mereka.
Mereka selalu menang. Cerita mereka selalu berakhir bagus; tidak selalu karena endingnya penuh bunga dan senyum, kadang-kadang justru karena keputusan pahit yang mengharu-biru sebab ia lahir dari cinta yang ksatria.
Seperti ketika istri-istri Rasuiullah saw meminta tambahan perhiasan dunia. Apa yang salah dengan tuntutan itu? Itu datang dari istri-istri yang shalihah kepada seorang suami yang shalih. Itu bukan barang haram.
Tapi tuntutan itu berat bagi sang Rasul; bagaimana mungkin ia kembali kepada persoalan kecil seperti ini ketika ia sedang dalam perjalanan untuk melakukan sentuhan akhir dalam penyelesaian misi kenabiannya? Itu mengganggu dan menyedot perhatiannya justru ketika ia sedang membutuhkan konsentrasi penuh untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Itu menyebabkan beliau “mendiamkan” mereka selama sebulan. Bahkan beliau menyendiri dan tidak ingin ditemui oleh sahabat-sahabat beliau.
Contoh itu mungkin terasa terlalu sophisticated. Mari kita ambil contoh lain. Suatu saat beliau berada di rumah Aisyah. Kemudian Saudah datang menemui beliau. Aisyah pun menawarkan kue yang baru saja dibuatnya. Tapi Saudah mengatakan, kue itu tidak enak. Aisyah tentu saja tersinggung. la pun menimpuk Saudah dengan kue itu. Dan Saudah membalasnya. Timpuk-menimpuk itu berlangsung sementara sang suami menyaksikannya sembari tertawa terbahak-bahak.
Oh, persoalan memang datang. Tapi selalu berlalu. Di balik bilik sederhana itu ada banyak gejolak. Tapi keteduhan selalu mengakhirinya.[]
3/07/2012
Sebagai seorang ibu, saya sering panik menyadari betapa rentannya usia sementara masih begitu banyak hal yang perlu saya wariskan kepada anak-anak. Keinginan yang bukan sekadar wacana akan menjadi apa mereka kelak, tetapi membangun semangat agar apa pun profesi anak-anak nantinya atau persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan tak menjauhkannya dari surga.
Kaderisasi diperlukan agar ananda meneruskan semangat dan kebaikan yang dilakukan orang tua hingga amal-amal baik terus berumur panjang meski orang tua berpulang, juga bagi banyak kebaikan yang diperintahkan-Nya. Secara umum, kekhawatiran akan lemahnya kaderisasi dalam kehidupan berbangsa sering terdengar.
Sayang jika banyak ide brilian atau kegiatan positif terhenti ketika pelopor atau penggeraknya pergi. Tetapi, pada kenyataannya, ada satu bidang di mana proses kaderisasi, disengaja atau tidak, berjalan dengan amat sangat baik. Ketika generasi awal menua dan banyak yang meninggal, generasi muda dengan cepat muncul menggantikan. Bidangnya pun semakin meluas. Benarkah ini kabar baik?
Media saat ini marak memberitakan gugatan kejaksaan agung terhadap mantan staf Ditjen Pajak berinisal DW yang memiliki simpanan sekitar Rp 90 miliar, yang secara akal sehat berbanding “terbalik“ dengan penghasilannya sebagai PNS golongan III. Sebelumnya, kasus lain juga melibatkan GT, 32 tahun, mantan PNS di Ditjen Pajak.
Namanya meroket saat asetnya yang berkisar hingga Rp 100 miliar dicurigai sebagai harta ilegal. Saya mencermati usia keduanya. GT lahir tahun 1979, artinya ketika reformasi yang mengusung anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bergulir pada 1998, usianya masih 19 tahun, mungkin baru masuk kuliah. Sementara, DW yang berusia 37, ketika reformasi juga masih usia mahasiswa.
Jelas keduanya bukan termasuk mereka yang dituduh koruptor pada masa itu. Berbagai kasus korupsi kini juga melibatkan politikus, aparat, dan kalangan muda lain yang sebagian dari mereka saat reformasi terjadi belum menjabat apa-apa, belum menjadi pegawai negeri atau politikus. Dengan kata lain, mereka adalah generasi baru koruptor Indonesia, hasil kaderisasi.
Mau tidak mau, imajinasi dan angan saya langsung berlesatan. Jika hal ini saya angkat dalam cerpen atau novel, bagaimana saya bisa menjelaskan proses kaderisasi pembentukan generasi rakus ini? Mungkin semua berawal dari tahap pembiasaan, pikir saya lagi. Terbiasa melihat berita korupsi, terbiasa membaca bagaimana koruptor bebas dan mendapat keistimewaan meski di balik jeruji.
Setelah pembiasaan, mungkin masuk ke tahap pembolehan. Mulai permisif terhadap aksi korupsi yang dilakukan teman sejawat. Tidak menegur demi “kode etik“ atau budaya “tidak enak“ yang salah kaprah, sikap yang bahkan lebih rendah dari apa yang Rasul golongkan sebagai “selemah lemahnya iman“. Sebab, seharusnya kita berusaha mengubah keburukan dengan tangan, perkataan, dan terakhir baru menolak dengan hati.
Level berikut mungkin ikut menikmati adanya amplop tambahan di luar gaji. “Sekadar bagibagi rezeki,“ kata senior mereka. Sementara, Rasulullah menyebut penghasilan di luar gaji dikarenakan kedudukan/profesi yang kita miliki adalah korupsi. Tahap berikutnya adalah terlibat secara sadar. Sang pemula mulai tahu berapa bagiannya, berapa yang harus disetor, kepada siapa saja, bagaimana bermain aman, siapa jaringannya, dan lain-lain.
Terakhir, mungkin menjadi master. Sudah bisa membangun jaringan sendiri, selain mempunyai jaringan di pihak lain. Mulai mempunyai kekuatan untuk menekan pihak tertentu dan terus menjadi yang terbesar.
Benar tidaknya lanturan angan-angan saya, mungkin hanya koruptor sendiri yang tahu.
Tetapi, semoga saja ada di antara mereka yang mau menuliskannya sehingga bangsa ini bisa belajar bagaimana kaderisasi korupsi berjalan. Bagaimana jaringannya bisa mengakar agar kita mampu memberantasnya. Mudah-mudahan malah bisa menemukan rumusan tepat untuk mencegah pertumbuhannya. Bagi setiap orang tua, kaderisasi korupsi yang sangat sistemik ini menjadi kabar buruk dan pekerjaan rumah tambahan. Sebab, pada akhirnya kita tak hanya memikirkan cara agar setiap kebaikan bisa diteruskan, tetapi juga memastikan agar satu lagi jejak nyata keburukan di sekitar kita terputuskan dari ananda, yang kita impikan menjadi generasi surga.[]
Generasi Surga Vs Generasi Rakus
Sebagai seorang ibu, saya sering panik menyadari betapa rentannya usia sementara masih begitu banyak hal yang perlu saya wariskan kepada anak-anak. Keinginan yang bukan sekadar wacana akan menjadi apa mereka kelak, tetapi membangun semangat agar apa pun profesi anak-anak nantinya atau persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan tak menjauhkannya dari surga.
Kaderisasi diperlukan agar ananda meneruskan semangat dan kebaikan yang dilakukan orang tua hingga amal-amal baik terus berumur panjang meski orang tua berpulang, juga bagi banyak kebaikan yang diperintahkan-Nya. Secara umum, kekhawatiran akan lemahnya kaderisasi dalam kehidupan berbangsa sering terdengar.
Sayang jika banyak ide brilian atau kegiatan positif terhenti ketika pelopor atau penggeraknya pergi. Tetapi, pada kenyataannya, ada satu bidang di mana proses kaderisasi, disengaja atau tidak, berjalan dengan amat sangat baik. Ketika generasi awal menua dan banyak yang meninggal, generasi muda dengan cepat muncul menggantikan. Bidangnya pun semakin meluas. Benarkah ini kabar baik?
Media saat ini marak memberitakan gugatan kejaksaan agung terhadap mantan staf Ditjen Pajak berinisal DW yang memiliki simpanan sekitar Rp 90 miliar, yang secara akal sehat berbanding “terbalik“ dengan penghasilannya sebagai PNS golongan III. Sebelumnya, kasus lain juga melibatkan GT, 32 tahun, mantan PNS di Ditjen Pajak.
Namanya meroket saat asetnya yang berkisar hingga Rp 100 miliar dicurigai sebagai harta ilegal. Saya mencermati usia keduanya. GT lahir tahun 1979, artinya ketika reformasi yang mengusung anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bergulir pada 1998, usianya masih 19 tahun, mungkin baru masuk kuliah. Sementara, DW yang berusia 37, ketika reformasi juga masih usia mahasiswa.
Jelas keduanya bukan termasuk mereka yang dituduh koruptor pada masa itu. Berbagai kasus korupsi kini juga melibatkan politikus, aparat, dan kalangan muda lain yang sebagian dari mereka saat reformasi terjadi belum menjabat apa-apa, belum menjadi pegawai negeri atau politikus. Dengan kata lain, mereka adalah generasi baru koruptor Indonesia, hasil kaderisasi.
Mau tidak mau, imajinasi dan angan saya langsung berlesatan. Jika hal ini saya angkat dalam cerpen atau novel, bagaimana saya bisa menjelaskan proses kaderisasi pembentukan generasi rakus ini? Mungkin semua berawal dari tahap pembiasaan, pikir saya lagi. Terbiasa melihat berita korupsi, terbiasa membaca bagaimana koruptor bebas dan mendapat keistimewaan meski di balik jeruji.
Setelah pembiasaan, mungkin masuk ke tahap pembolehan. Mulai permisif terhadap aksi korupsi yang dilakukan teman sejawat. Tidak menegur demi “kode etik“ atau budaya “tidak enak“ yang salah kaprah, sikap yang bahkan lebih rendah dari apa yang Rasul golongkan sebagai “selemah lemahnya iman“. Sebab, seharusnya kita berusaha mengubah keburukan dengan tangan, perkataan, dan terakhir baru menolak dengan hati.
Level berikut mungkin ikut menikmati adanya amplop tambahan di luar gaji. “Sekadar bagibagi rezeki,“ kata senior mereka. Sementara, Rasulullah menyebut penghasilan di luar gaji dikarenakan kedudukan/profesi yang kita miliki adalah korupsi. Tahap berikutnya adalah terlibat secara sadar. Sang pemula mulai tahu berapa bagiannya, berapa yang harus disetor, kepada siapa saja, bagaimana bermain aman, siapa jaringannya, dan lain-lain.
Terakhir, mungkin menjadi master. Sudah bisa membangun jaringan sendiri, selain mempunyai jaringan di pihak lain. Mulai mempunyai kekuatan untuk menekan pihak tertentu dan terus menjadi yang terbesar.
Benar tidaknya lanturan angan-angan saya, mungkin hanya koruptor sendiri yang tahu.
Tetapi, semoga saja ada di antara mereka yang mau menuliskannya sehingga bangsa ini bisa belajar bagaimana kaderisasi korupsi berjalan. Bagaimana jaringannya bisa mengakar agar kita mampu memberantasnya. Mudah-mudahan malah bisa menemukan rumusan tepat untuk mencegah pertumbuhannya. Bagi setiap orang tua, kaderisasi korupsi yang sangat sistemik ini menjadi kabar buruk dan pekerjaan rumah tambahan. Sebab, pada akhirnya kita tak hanya memikirkan cara agar setiap kebaikan bisa diteruskan, tetapi juga memastikan agar satu lagi jejak nyata keburukan di sekitar kita terputuskan dari ananda, yang kita impikan menjadi generasi surga.[]
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Terpopuler
-
Jakarta - Perwakilan fraksi PKS di DPR hari ini menyambangi kantor KPK dan menyerahkan Al Quran sebagai bentuk hadiah terkait peringatan ha...
-
Ini adalah sepenggalan singkat dialog Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama AA Gym pada saat Ceramah Subuh on air MQ fm di Mesjid Daar...
-
Oleh : @Kaisar_el_rema Setelah dikejutkan besarnya demonstran pro-Mursi di depan Universitas Kairo, oposisi menyadari bahwa lambat tapi p...
-
Jakarta - PKS tak ingin ikut-ikutan mendesak Presiden SBY melakukan reshuffle sejumlah menteri. Namun PKS siap jika kehilangan menterinya, ...
-
Kamis (26/4/12), Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda H.Sarwono,SP.MM mengadakan kegiatan Reses dan Silaturahim yang di hadiri begitu banyak war...
-
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Teguh Setiawan/Wartawan Senior Republika Orang-orang beriman dibimbing Alloh dari gelap menuju cahaya(Q.S. al-Baqo...
-
By: Nandang Burhanudin* NNM News memberitakan, pada saat ini (4/12), Presiden Moursi dievakuasi dari Istana kepresidenan setelah para dem...
-
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III dari FPKS, Indra menyesalkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyataka...
-
Wacana reshuffle kabinet mencuat seiring mundurnya Andi Mallarangeng dari jabatan menteri pemuda dan olah raga. Sebaiknya Presiden SBY foku...
-
Oleh Iman Sugema, Phd Analis ekonomi dan perbankan Akademisi yang meraih doktor bidang moneter dari ANU University Sesuai dengan jud...
DPW PKS KALTIM
Arsip Blog
-
▼
2012
(215)
-
▼
12/09 - 12/16
(9)
- Siapa Menyulut Api di Istana Ittihadiyah?
- Kisah Siti, Dina dan Umi : Reloaded
- Politisi PKS: Pidato SBY Bisa Bahayakan Pemberanta...
- Dikado Alquran oleh PKS, KPK: Ini Gratifikasi Tapi...
- PKS: Kami Siap di Dalam dan di Luar Kabinet
- Anis Matta : Inspirasi dari kisah Nabi Yusuf, Nabi...
- Dipimpin Hidayat Nurwahid F-PKS Datangi KPK Beri D...
- PKS: Ide Reshuffle Hanya Pengalihan Isu Maraknya K...
- AS dan Zionis Dibelakang Demo Anti Mursi? | Bocora...
- ► 12/02 - 12/09 (6)
- ► 11/25 - 12/02 (2)
- ► 11/18 - 11/25 (4)
- ► 05/20 - 05/27 (4)
- ► 05/06 - 05/13 (8)
- ► 04/29 - 05/06 (3)
- ► 04/22 - 04/29 (19)
- ► 04/15 - 04/22 (14)
- ► 04/08 - 04/15 (13)
- ► 04/01 - 04/08 (19)
- ► 03/25 - 04/01 (11)
- ► 03/18 - 03/25 (16)
- ► 03/11 - 03/18 (29)
- ► 03/04 - 03/11 (55)
- ► 02/26 - 03/04 (3)
-
▼
12/09 - 12/16
(9)
-
►
2011
(4)
- ► 07/24 - 07/31 (3)
- ► 07/17 - 07/24 (1)
Tahukah Kita
Renungan & Hikmah
Bidpuan DPC ULU
Dapur Bidpuan Samarinda Ulu





