NEWS UPDATE :
BERITA TERKINI :

Berita Terbaru

Berita Terhangat

DPD PKS Samarinda

Fiqh & Syariah

Keluarga Sakinah

Kiprah DPC Samarinda Ulu

DPRD Provinsi KALTIM

Tausiyah dari Ustadz Kita

Opini Kiriman Pembaca

Kolom Kesehatan ( Akh Haris )

Nursobah : Tindak Tegas Tempat Hiburan

16/04/12


SAMARINDA – Inspeksi mendadak kalangan DPRD Samarinda ke sebuah tempat karaoke belum lama ini berbuntut panjang. Inul Vizta, tempat karaoke yang membolehkan pelajar kelas III SMP yang masih berseragam sekolah masuk membuat anggota Komisi IV Nursobah geregetan.
Politisi PKS ini mengaku kecewa dengan manajemen tempat hiburan yang tak melarang pelajar sekolah.

Nursobah bahkan mendesak Pemkot menindak tegas pengusaha tempat hiburan yang melanggar aturan. Termasuk tempat karaoke yang menerima tamu di bawah umur.
“Kejadian di Inul Vizta jadi pelajaran buat Pemkot. Pengusaha sudah sering melakukan pelanggaran seperti ini,” katanya.

Bila pelanggaran seperti ini terus terjadi, lanjut dia, ada kemungkinan Pemkot “bermain” dengan pengusaha hiburan. Karena itu ia berharap semua pelanggaran disikapi serius. “Jangan sampai budaya kita dikalahkan pengusaha,” katanya.

Nursobah menegaskan, kalangan DPRD sepakat untuk menghentikan sementara izin tempat hiburan yang melanggar. “Perwali BBM saja bisa, kenapa urusan dengan skala kecil tidak bisa. Kalau pemkot mau, itu tak sulit. Jangan sampai pelajar-pelajar kita hancur moralnya,” ujarnya.

Sebelumnya, kalangan DPRD melakukan sidak ke tempat karaoke keluarga Inul Vizta di Jl Siradj Salman, Samarinda Ulu, Rabu (11/4). Terlihat belasan anak-anak sekolah tingkat SMP yang sedang berkaraoke ria di sana. Parahnya, mereka semua masih mengenakan seragam sekolah dan ini berlangsung pada jam pelajaran. (luc/ri)

Ustadz Masykur Sarmian ; Jaga kedekatan pada Allah dan Berikan manfaat pada Rakyat.


Berpolitik sebaiknya menjadi jalan untuk mengembangkan dakwah dalam rangka menyebarkan kebaikan untuk seluruh umat dan masyarakat. Itulah pandangan Masykur Sarmian

Awal kariernya di dunia politik dimulai dengan ketidaksengajaan. Usai menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa akhir 1980-an Ustadz Masykur merantau ke Samarinda dan memilih menjadi dai.
Dengan istiqomah menjaga garis perjuangan partai yang menggaungkan amar makruf nahi mungkar ternyata masyarakat bisa menilai. "Besarnya satu partai saya pikir ditentukan dari orang-orang yang berada di dalamnya,” ujar Ustadz Masykur.

Ustadz Masykur yang memilih PKS sebagai wadah berpolitik meretas masa depan jalur dakwah juga tidak sekali mendapat cobaan. Saat ini Beliau dipercaya kader, anggota dan simpatisan partainya untuk menjadi Ketua DPW PKS Kalimantan Timur. Dikatakannya, Bahwa amanah adalah sesuatu yang berat pertanggung jawaban di hadapan Allah tetapi harus tetap dilaksanakan sebagai bentuk Ketaatan. saat itu bukan karena niat pribadinya mencalonkan diri. Namun kesepakatan Seluruh pengurus PKS Kaltim yang mempercayai dirinya untuk mengemban amanah yang berat ini.

Berbagai tantangan dan ujian telah di lewati, hal itu tidak menyurutkannya dalam perjuangan, yang selalu dikatakannya sebagai ajang dakwah dan medan untuk menunjukkan eksistensi cinta pada Allah.

Ustadz H Masykur Sarmian menyampaikan, semangat amal kader PKS berawal dari 4 modal. Yakni iman, amal, mahabbah (cinta) dan Al Ukhuwah (kebersamaan). Tentunya keistiqomahan setiap kader di perlukan untuk mengemban 4 modal tersebut. Dan Beliau sangat yakin seluruh kader memiliki semangat yang sama.

Beberapa Tahun belakangan berbagai kemenangan da’wah telah terbuka di berbagai kota dan kabupaten di kalimantan Timur, banyak kader-kader PKS yang menjadi Bupati/wakil Bupati atau Walikota/Wakil Walikota dan lebih banyak lagi yang memegang posisi legislasi pada DPRD tiap Kota dan Kabupaten. Hal ini menurut Beliau bukanlah tujuan akhir dari perjuangan kita, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana keberadaan kader-kader PKS di Pos-Pos Pemerintahan maupun legislatif mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya pada kemakmuran rakyat.

Ketua DPC PKS Samarinda Ulu, Bang Sani saat di tanya pendapatnya terkait rekam jejak Ustadz Masykur Sarmian menjawab “ Ustadz Masykur itu Pemimpin yang Visioner dan Beliau mampu menyusun peta strategi yang jitu dalam mengembangkan Da’wah, Beliau juga terbuka pada ide-ide baru bahkan saat Saya pertama kali menunjukkan seragam lapangan baru DPC PKS Samarinda Ulu, Beliaulah orang pertama yang mengacungkan jempol tanpa banyak bertanya, berbeda dengan beberapa kawan yang tak henti-hentinya bertanya tentang seragam lapangan baru kami.” Pungkas Bang Sani.

“Seluruh Kita harus ingat bahwa Keridhoan Allah adalah motivasi utama bagi seluruh kader PKS dalam pergerakannya. Karena yang kita andalkan bukan Cuma masalah logistik atau materi tetapi kebersamaan Allah pada barisan kita dan kedekatan kita pada-Nya itulah yang selalu kita jaga.” Pungkas Ustadz Masykur.

----------------------------------------------------------------------
Sumber : 1. http://www.kaltimpost.co.id/?mib=berita.detail&id=17599
2. Berbagai ceramah dan Sambutan di berbagai acara sepanjang 2011-2012
3. Tanggapan Ustadz Maskur di beberapa media cetak lokal Kaltim

Cinta Bersemi Di Pelaminan


Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.

Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.

Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh sang istri tuan rumah. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu!

Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.

Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh di lahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan menjadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa saling tersambung. Maka ketika sentuhan fisik jadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang jadi penyakit.

Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.

Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.

Sumber : Buku Serial Cinta

AS 'Bermain-main' di Pilpres Mesir, Mencari yang Pro-Barat dan tidak Anti Israel


Komisi Tinggi Pemilu Mesir mengumumkan berita mengejutkan dengan mendiskualifikasi sepuluh kandidat calon presiden. Tiga di antaranya adalah kandidat terkuat, yaitu bekas kepala dinas intelijen di bawah rezim Hosni Mubarak, Omar Suleiman, kandidat Ikhwanul Muslimin, Khairat el-Shater, dan politisi Salafi, Hazem Abu Ismail.

Berdasarkan peraturan pemilu Mesir, calon yang didiskualifikasi dapat mengajukan banding dalam waktu 48 jam. Shater dicoret dari bursa capres karena catatan kriminalnya di masa lalu saat menjadi aktivis politik yang menentang rezim Mubarak, sementara Suleiman masih terbilang bagian dari rezim despotik negara itu, adapun Abu Ismail didiskualifikasi karena ibunya memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Di antara sepuluh nama yang didiskualifikasi dari bursa capres, ada figur-figur dengan akseptabilitas tinggi seperti, Shater. Kandidat Ikhwanul Muslimin ini memiliki peluang besar untuk menang dalam pemilu presiden Mesir. Meskipun kelompok itu sebelumnya telah mengajukan calon alternatif, namun sepertinya ada "kekuatan tertentu" yang sedang bermain mencegah Ikhwanul Muslimin menduduki jabatan eksekutif di negara itu.

Rakyat Mesir dalam beberapa hari terakhir menggelar protes untuk menentang pencalonan Suleiman. Mereka juga menyebut Shater sebagai orang yang memiliki peluang besar untuk menduduki kursi presiden. Akan tetapi, sekarang muncul isu-isu lain yang mengindikasikan bahwa "kekuatan tertentu" ingin menyetir pemilu Mesir sejalan dengan kehendak AS, terlebih Amr Moussa disebut-sebut sebagai kandidat yang didukung Barat untuk memimpin Mesir.

Beberapa pengamat politik percaya bahwa ada kemungkinan Dewan Tinggi Militer dan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan asing memerintahkan pencoretan beberapa nama dan mempertahankan para kandidat yang didukung Barat, khususnya AS. (a.l.: Ahmed Shafiq mantan perdana menteri era Mubarak, dan Amr Moussa bekas Menteri Luar Negeri pemerintahan Mubarak-ed)

Ini adalah fakta bahwa pemilu presiden Mesir merupakan sebuah momen penting bagi kebanyakan negara Barat, sebab presiden terpilih bertugas mengarahkan kebijakan dalam dan luar negeri Mesir. Setelah tumbangnya rezim Mubarak, AS ingin melestarikan pengaruhnya di negara itu dan sedang mencari tokoh yang tepat untuk didukung. Washington menginginkan pemimpin yang bisa menghidupkan kembali kedudukan AS di kawasan sekaligus tidak begitu bersinggungan dengan rezim Zionis Israel.

Oleh karena itu, AS dan Barat menyusun program untuk memenangkan tokoh yang loyal kepada mereka. Pencoretan nama-nama yang didukung oleh kelompok Islam semakin membuka peluang bagi AS untuk meloloskan jagoannya. Sebuah masalah yang jika terealisasi, akan menjadi sebuah bahaya serius bagi revolusi Mesir. (IRIB Indonesia/RM/NA)

Pemimpin Itu Pelayan


Oleh Prof Dr. Achmad Satori Ismail*


Yahya bin Aktsam berkata, “Pada suatu malam aku menginap di rumah Amirulmukminin al-Makmun. Aku terbangun di tengah malam karena rasa haus yang sangat, maka aku pun bangkit (mencari air). Tiba-tiba Amirulmukminin berkata, “Wahai Yahya, apa gerangan yang terjadi?“ Aku menjawab, “Demi Allah, aku sangat haus wahai Amirulmukminin.“

Lalu, Khalifah Makmun bangun seraya membawa seteko air untukku. Aku berkata, “Wahai Amirulmukminin, mengapa tidak kausuruh pembantu atau budak saja?“ Beliau menjawab, “Tidak.“ Karena bapakku meriwayatkan hadis dari bapaknya dan dari kakeknya dari Uqbah bin `Amir ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, `Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.'“ (HR Ibnu Asakir, Abu Nu'aim).

Hadis tersebut di atas terdapat juga dalam kitab Al-Mawahib al-Laduniyah karangan al-Qastholani dan Syarah AzZarqani, juz 4, hlm 117-118. Kendati hadis ini lemah sanadnya, dikuatkan oleh beberapa hadis lain yang hampir serupa dan juga isinya tidak bertentangan dengan jiwa ajaran Islam yang memerintahkan kita untuk memberikan jasa sebanyak mungkin kepada manusia.

“Amalan yang paling dicintai Allah setelah yang fardu adalah memasukkan kegembiraan di hati Muslim.“ (HR at Thabrani dari Ibnu Abbas).

Ibnu al-Mubarok meriwayatkan dari Abi Syureih bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara amalan yang paling dicintai Allah adalah memasukkan kegembiraan pada hati Muslim, melapangkan kesedihannya, membayar utangnya, atau memberi makan untuk menghilangkan rasa laparnya.” (Syu’abul Iman lil Baihaqi).

Sebaik-baik manusia adalah yang paling berjasa kepada orang lain. Uwais al-Qarni berkata, “Dalam perjalananku pernah melewati seorang pendeta, lalu aku bertanya, ‘Apakah derajat pertama yang harus dilewati seorang murid (pencari jalan tazkiyatunnafs)?’ Dia menjawab, ‘Mengembalikan semua hak orang dan meringankan punggung dari beban karena amalan seorang hamba tidak akan naik saat masih banyak hal-hal yang membebani dan menyusahkan orang lain. Tugas utama penguasa sebagai pelayan rakyat terfokus dalam dua hal, yaitu melindungi agama mereka dan mengatur urusan dunia.'“ (AlAhkam as-Sulthoniyah, hlm 3).

Pelayanan bidang pertama berupa menjamin setiap warga negara agar memahami ajaran agamanya masing-masing, mampu mengamalkannya dengan baik, dan melindungi agama mereka dari berbagai bentuk kesesatan. Sedangkan, siyasatuddunya berupa pelayanan terhadap rakyat agar bisa hidup layak sebagai manusia yang bermartabat.

Tuntutan inilah yang mendorong Umar bin Khattab RA sering berkeliling malam hari untuk melihat kondisi rakyatnya. Saat ada yang mengeluh kekurangan pangan, ia menolongnya dan memanggul karung gandum sendiri.

Dalam kesempatan lain Umar pernah berkata, “Seandainya seekor keledai terperosok di Baghdad, niscaya Umar akan ditanya, mengapa tidak kauratakan jalannya?”

Bila semua penguasa menjadi pelayan rakyat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, akan tegaklah keadilan dan umat manusia pun berada dalam kesejahteraan.[]

Ahmad Heryawan: Tokoh Perubahan Republika 2011


Ahmad Heryawan. Nama itu tidak banyak dikenal oleh masyarakat Jawa Barat. Masyarakat jauh lebih mengenal Danny Setiawan, Gubernur Jawa Barat 2003-2008, atau Agum Gumelar, mantan menteri Perhubungan dan juga mantan calon wakil presiden. Heryawan barangkali malah lebih dikenal di Jakarta karena dia menjadi anggota DPRD DKI Jakara.

Namun, rupanya takdir berkata lain. Orang yang tak banyak dikenal itu jusru menang dalam perebutan kekuasaan di Jawa Barat. Ketenaran Danny Setiawan dan Agum ditenggelamkan oleh pilihan masyarakat yang kemudian mengangkatnya bersama Dede Yusuf sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Sosok yang dikenal sebagai politikus mubalig ini lahir di Sukabumi, 19 Juni 1966. Pendidikan dari SD sampai SMA diselesaikan di kampung halamannya, baru setelah kuliah Heryawan merantau ke Jakarta masuk di Fakultas Syariah LIPIA pada 1992.

Selepas menyandang gelar sarjana, Heryawan mengajar di beberapa perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah Ma’had Al Hikmah, Dirosah Islamiyyah Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, dan Pusat Studi Islam Al Manar. Selain sebagai akademisi, Heryawan juga aktif di berbagai organisasi massa Islam, antara lain, sebagai ketua umum pengurus besar Persatuan Umat Islam (PUI).

Begitu Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) lahir, Heryawan terjun ke dunia politik. Karier politiknya terus menanjak ketika menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Pada periode 1999-2004 dia sebagai anggota biasa, kemudian pada periode berikutnya dia terpiih kembali sebagai wakil rakyat dan menjadi wakil ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Semula Heryawan hanya mendapat amanah dari partainya (PKS) untuk posisi wakil gubernur di Jawa Barat. Tapi, sebagai pendatang baru di dunia perpolitikan Jawa Barat, nama Heryawan tak dilirik para calon gubernur. Apalagi, usia Heryawan saat itu baru menginjak 41 tahun sehingga dianggap belum memiliki banyak pengalaman di dunia birokrasi.

Karena tak ada yang meminang menjadi wakil gubernur, DPW PKS Jawa Barat melakukan langkah berani dengan menjadikan Heryawan sebagai calon gubernur. Mereka kemudian mengajak DPW PAN Jawa Barat untuk berkoalisi menghadapi pilgub. PAN menyodorkan nama Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf untuk menjadi pendamping Heryawan. Pasangan ini pun kemudian dideklarasikan dengan sebutan Hade, dalam bahasa Sunda berarti `bagus' atau `baik'.

Apa yang terjadi kemudian? Pasangan muda yang sebelumnya tak diperhitungkan justru mampu memenangi pilgub pertama Jawa Barat yang dipilih langsung oleh rakyat. Hade alias Heryawan-Dede meraih 7.287.647 suara, pasangan Agum-Nu`man meraih 6.217.557 suara, dan Danny-Iwan meraih 4.490.901 suara.

Bagi Heryawan, mendapat amanah menjadi gubernur dari masyarakat Jawa Barat adalah satu kepercayaan. Karena itu, begitu dilantik, pasangan muda ini langsung melakukan berbagai program dengan tujuan memenuhi harapan dan keinginan masyarakat Jawa Barat. Janji-janji saat kampanye pilgub satu per satu mulai direalisasikan.

“Tahun pertama adalah masa yang paling berat bagi saya dalam memimpin Jawa Barat,“ kata suami dari Hj Netty Prasetyani. Selain masih buta dengan kondisi birokrasi Jawa Barat, berbagai tekanan dari parpol yang kalah dalam pilgub terus merongrong kepemimpinannya. Ancaman penurunan paksa dari kursi gubernur terus dialamatkan kepadanya.

Namun, berbagai kecaman, bahkan ancaman, baik dari internal birokrasi maupun eksternal, tak pernah menyurutkannya untuk mewujudkan janji-janjinya kepada masyarakat saat kampanye. Bidang yang menjadi prioritas Heryawan seperti yang disampaikannya saat kampanye lalu, yaitu pendidikan murah, sejuta lapangan kerja, kesehatan masyarakat, perbaikan ekonomi masyarakat, hingga membenahi infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat mulai diwujudkan.

Pada 13 Juni mendatang, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf melewati tahun ketiga. Kerja keras selama hampir tiga tahun mulai membuahkan hasil. Apresiasi terhadap kinerjanya diberikan pemerintah pusat melalui berbagai penghargaan. Bahkan, dalam sebulan, Desember 2011, Heryawan menerima empat anugerah dan penghargaan. Penghargaan pertama diterimanya saat Hari Nusantara 13 Desember di Dumai, Riau, kemudian Satya Lencana Kebaktian Sosial di Yogyakarta pada Peringatan HKSN 19 Desember, Parahita Ekapraya Pratama di Jakarta pada Peringatan Hari Ibu 22 Desember, dan Transmigrasi Award pada 27 Desember 2011. Tak banyak kepala daerah yang menerima empat penghargaan berkategori nasional dalam waktu sebulan. Sebelum itu, sederet penghargaan diraih oleh Heryawan dalam rentang 2011, antara lain, Entrepreneurship Development dari Menteri Koperasi dan UKM. Pemerintah pusat juga mengganjar Pemprov Jawa Barat dengan penghargaan bertajuk “Anugerah Pangripa Nusantara“ karena dinilai memiliki perencanaan pembangunan terbaik dan dinilai sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Menteri Pendidikan memberikan penghargaan kepada Heryawan karena dinilai berhasil membina sekaligus mendorong perkembangan pendidikan inklusif. Kiprahnya dalam mengelola pemerintahan di Jawa Barat juga mendapat apresiasi dari Youngsan University Korea Selatan. Salah satu universitas terkemuka di Negeri Ginseng ini mengganjarnya dengan gelar doctor honoris causa bidang manajemen pemerintahan. “Itu adalah keberhasilah seluruh stakeholder Jawa Barat. Tanpa peran serta seluruh lapisan masyarakat mustahil penghargaan itu bisa diraih,“ ujarnya.

Bapak enam anak yang sebelum menjabat Gubernur Jawa Barat rutin berbelanja di pasar tradisional itu mengakui, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Beberapa persoalan yang menurutnya sangat prioritas untuk dituntaskan adalah masalah kesehatan, khususnya menyangkut fasilitas puskesmas. Ia menargetkan, pada 2012 ini ada 200 puskesmas dengan pelayanan obstetri neonatal emergesi dasar (Poned) di Jawa Barat.

Selain itu, Heryawan juga menargetkan komposisi pendidikan menengah atas akan dibalik, yaitu 65 persen SMK dan 35 persen SMA. “Idealnya, 70 berbanding 30. Tapi, bisa mewujudkan 65 banding 35 sudah sangat bagus,“ kata dia. []

*REPUBLIKA

35 Kursi untuk DPRD Kalimantan Utara ( KALTARA )

15/04/12


KPU Kaltim ternyata bergerak cepat dalam menyikapi disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kaltara oleh DPR RI untuk dibahas. Lembaga penyelenggara pemilu ini pun telah menyiapkan 35 kursi calon anggota DPRD di wilayah ini.

“Untuk anggota DPRD Kaltara sejauh ini sudah kita persiapkan. Jika di DPRD Kaltim ada 50 orang, di Kaltara nanti kami telah siapkan 35 kursi,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Andi Sunandar kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Group), kemarin (14/4).

Namun, siapa saja orang yang dimaksud, pihaknya belum dapat membeberkan sebelum Kaltara benar-benar terbentuk. Anggota DPRD di Provinsi Kaltara mendatang, jelas dia, akan diisi oleh calon anggota legislatif yang memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil).

“Bagaimana teknisnya dan siapa saja orang-orangnya termasuk persentase dari masing-masing daerah maupun perpindahan anggota DPRD Kaltim ke Kaltara, nanti kita sampaikan setelah Kaltara itu diresmikan,” janji dia.

Termasuk teknis serta mekanisme pelaksanaan pemilihan Gubernur Kaltara, juga akan dibahas belakangan. “Jelasnya, Kaltara masih menjadi tanggung jawab kami (KPU Kaltim, Red.). Dan semua perhitungan-perhitungannya sudah kami siapkan,” kata Andi. “Sebanyak 35 kursi itu berdasarkan jumlah penduduk di Kaltara,” sambung dia.

Intinya, KPU Kaltim telah siap untuk menyambut terbentuknya Provinsi Kaltara. “Suaranya diambil berdasarkan suara pemilihan legislatif 2009 lalu. Secara umum pasti akan mengikuti aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang paripurna DPR RI yang dipimpin wakil ketua Pramono Anung, Kamis (12/4) lalu, telah menyetujui RUU pembentukan 19 Daerah Otonomi Baru (DOB). Kaltara yang mencakup lima kabupaten/kota yaitu Tarakan, Nunukan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung masuk daftar pertama provinsi yang akan dimekarkan.

Selanjutnya, DPR akan menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar menunjuk menteri yang akan membahas usulan ini dengan panitia khusus yang dibentuk DPR. Kaltara merupakan satu-satunya usulan pembentukan provinsi baru, dari total 19 daerah otonom, yang disetujui secara aklamasi dalam rapat paripurna DPR RI, Kamis (12/4).

Sikap resmi DPR ini disambut baik anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Bambang Susilo. Sebagai wakil Kaltim di pusat, Bambang berjanji akan ikut mempercepat usulan RUU Kaltara ke pemerintah. Dia bahkan telah meminta Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso agar mengirimkan surat inisiatif RUU Kaltara ke Presiden sebelum reses tanggal 14 April 2012 kemarin. "Mudah-mudahan setelah anggota DPR reses selama 20 hari, sudah ada jawaban dari Presiden siapa menteri yang ditunjuk," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, dilihat dari segala aspek, pembentukan Kaltara lebih penting dibanding usulan pemekaran lain. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kerap menimbulkan gesekan politik, sosial, budaya, maupun ekonomi.

Tak terhitung berapa kali TNI terlibat insiden dengan tentara Malaysia di Ambalat, belum lagi perasaan masyarakat di perbatasan yang sering merasa dianaktirikan akibat minimnya perhatian dari pusat. "Perhatian Kaltim sudah maksimal, semoga dengan dibentuk provinsi sendiri (Kaltara) pemerintah lebih perhatian," tambahnya.

BEDA UCUAN

Terpisah, juru bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Reydonnyzar Moenek bisa memahami inisiatif DPR tersebut di tengah sikap pemerintah yang menginginkan penghentian sementara atau moratorium, pembentukan daerah otonom baru.

Hanya saja, dia lebih setuju jika pembentukan ke-19 daerah berdasarkan undang-undang pemerintahan daerah (Pemda) pengganti UU No. 32 Tahun 2004 yang kini tengah dibahas dengan DPR. Dalam RUU Pemda baru tersebut, jelas Don -- panggilan Reydonnyzar Moenek-- dicantumkan grand design rencana penataan daerah mulai 2010 sampai 2025.

"Harapan kita, RUU itu nantinya jadi dasar hukum untuk menata daerah otonom baru," kata Don. UU baru ini, tambah dia, secara jelas menyebutkan penataan daerah bisa dilakukan dengan dimekarkan, digabung atau disesuaikan.

Aturan ketat tersebut dimaksudkan agar pemerintah daerah baru bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakatnya. Pasalnya, hasil kajian Kemendagri terhadap 57 daerah baru yang berusia 3 tahun, menunjukkan 70 persen di antaranya gagal.

Meski begitu, dalam konsultasi terbatas antara pimpinan DPR dengan Presiden yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi disepakati pembentukan daerah otonom baru masih dimungkinkan sepanjang menyangkut kepentingan nasional, strategis, dan perbatasan. "Bisa anda simpulkan sendiri," kata Don, saat ditanya apakah Kaltara masuk dalam kriteria tadi.

Sebelumnya, anggota DPR RI asal Kaltim Aus Hidayat Nur pun mengatakan, pada 17-18 April mendatang RUU akan disampaikan DPR kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ditambahkan Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, Kabupaten Bulungan sebagai calon ibu kota provinsi diharapkan segera menyiapkan kantor gubernur, kantor DPRD provinsi, dan kantor SKPD-SKPD sementara, untuk jalannya roda pemerintahan di provinsi baru. Selain itu, juga perlu disiapkan rekrutmen PNS, baik dari provinsi Kaltim maupun dari kabupaten/kota yang ingin pindah menjadi PNS di Provinsi Kaltara.

“Tidak kalah penting, perlu pula disiapkan proses serah terima aset dari Provinsi Kaltim ke Provinsi Kaltara. Selain itu juga lahan-lahan untuk kepentingan pembangunan perkantoran dan fasilitas pemerintah lainnya, harus disiapkan sejak sekarang dan jangan sampai bermasalah,” katanya.(sur/kpnn/pra/ha)


Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=132272
sumber gambar : http://nunukan-penekindi-debaya.blogspot.com/2010/04/nunukan-kaltara-terbentuk-paling-lambat.html

Berita Terpopuler

DPW PKS KALTIM

Tahukah Kita

Renungan & Hikmah

Bidpuan DPC ULU

Dapur Bidpuan Samarinda Ulu


Fraksi DPRD Smd ( Oleh : Utomo Puji )

 
© Copyright PKS Samarinda Ulu 2012 | Design by PKS TEMPLATE | Powered by Blogger.com.