NEWS UPDATE :
BERITA TERKINI :

Berita Terbaru

Berita Terhangat

DPD PKS Samarinda

Fiqh & Syariah

Keluarga Sakinah

Kiprah DPC Samarinda Ulu

DPRD Provinsi KALTIM

Tausiyah dari Ustadz Kita

Opini Kiriman Pembaca

Kolom Kesehatan ( Akh Haris )

TEMPO: Hidayat-Didik Peroleh Simpati Publik Tertinggi 97 %, Foke Terendah

07/05/12


TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, akhir bulan April lalu "menguasai" perbincangan di sosial media. Meski menguasai perbincangan di jejaring sosial, percakapan itu tidak mempengaruhi simpati masyarakat terhadap pasangan yang didukung Partai Demokrat itu.

"Percakapan tentang Foke-Nara (demikian Fauzi-Nahrowi biasa dipanggil) itu riuh tapi rendah. Riuh karena banyak dipercakapkan, tapi rendah nilainya. Karena percakapannya kebanyakan mengandung unsur negatif," kata Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi Tempo.co, dalam peluncuran Indeks Politik Pilkada DKI di Warung Daun Cikini, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2012.

Hasil riset Tempo.co bekerja sama dengan Politicawave.com dengan menangkap jutaan percakapan di Internet menunjukkan hal itu. Berdasarkan Indeks Politik Pilkada DKI Jakarta itu terlihat bahwa Net Brand Reputation (reputasi) pasangan Foke-Nara itu nilainya paling rendah, -51.57. Bandingkan dengan Net Brand Reputation Jokowi-Ahok yang nilainya 13,07 dan Hidayat-Didik yang skor reputasinya 22,9.

Menurut Daru, Indeks Politik Pilkada DKI menunjukkan, pada awal April, jumlah buzz--percakapan yang terjadi atas suatu brand di sosial media--pasangan Foke-Nara sempat tertinggal. Dalam satu hari hanya dipercakapkan 300-1.500 pesan per hari. Angka itu jauh di bawah pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, apalagi Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Nilai buzz Foke-Nara hanya menang dari pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin.

Namun, pada akhir April, keadaan justru berbalik 180 derajat. Foke-Nara justru memimpin jumlah percakapan pada akhir bulan lalu. Bahkan mengalahkan Jokowi-Ahok yang sebelumnya dianggap menuai simpati paling banyak di kalangan kelas menengah, yang notabene pengguna Twitter dan Facebook. Jumlah percakapan tentang Foke bahkan sampai mencapai 9.097 pesan per hari.

"Tapi percakapan saja tidak mempengaruhi simpati untuk pasangan itu. Banyaknya percakapan tidak menggambarkan sentimen positif tentang mereka," kata Daru.

Berdasarkan hasil riset Tempo.cobekerja sama dengan Politicawave.com, Foke-Nara hanya mendapatkan simpati 47,5 persen; Jokowi-Ahok 85,06 persen; dan pasangan yang paling tinggi mendapatkan simpati publik adalah Hidayat-Didik 97,83 persen.

*http://m.tempo.co/2012/05/01/401033/

Merasa Difitnah, Anis Matta akan Maafkan Wa Ode


Jakarta (2/5) Wakil Ketua DPR Anis Matta menegaskan, tuduhan menekan Menkeu seperti dikatakan Wa Ode Nurhayati hanya menunjukkan ketidakpahaman yang bersangkutan dan didorong oleh motif mencemarkan nama baik dirinya dan juga pimpinan Badan Anggaran (Banggar). Untuk hal ini, Anis tidak akan menuntut balik. Baginya persoalan hukum adalah persoalan rasional, bukan persoalan emosional.

“Atas pencemaran ini saya tetap akan memaafkan Wa Ode atas ketidakpahamannya. Dalam menegakkan hukum, yang dikedepankan adalah pendekatan rasional, bukan emosional. Lebih baik fokus bersama KPK memberantas korupsi,” jelas Anis.

Tuduhan Wa Ode Nurhayati terhadap Anis Matta dalam kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dianggap menunjukkan ketidakpahaman Wa Ode terhadap mekanisme yang berjalan dalam penganggaran keuangan daerah antara pemerintah dan DPR. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Anis Matta dalam konferensi pers di DPR, Rabu (2/5).

“Rapat kordinasi antara pimpinan Banggar dengan Menkeu hanya memberikan klarifikasi kepada Menkeu terkait beberapa detail dalam UU APBN. Rapat ini sama sekali tidak berwenang mengambil keputusan apapun apalagi sampai merubah isi Undang-Undang. Inilah yang tidak dipahami Wa Ode,” tegas Anis.

Untuk itu, Anis tetap akan mendorong KPK untuk menelusuri dugaan pihak-pihak yang menerima dana dari Wa Ode. Menurutnya, penting untuk mengetahui siapa saja yang menikmati dana tersebut dan digunakan untuk kepentingan siapa. “KPK dapat fokus menelusuri dugaan siapa saja yang menikmati dana yang dikorupsi oleh Wa Ode. Sehingga jelas dan tidak ada fitnah dan pencemaran nama baik lagi, tutup Anis.


*http://www.fpks.or.id/2012/05/merasa-difitnah-anis-matta-akan-maafkan-wa-ode/

Lesehan Bersama Pak Cah, "Refleksi 30 Tahun Perjalanan Tarbiyah" (1982-2012)


Rumah nan asri di dusun Mertosanan, Bantul, Yogyakarta tadi malam (Senin, 7/5/12) ramai selepas isya. Para ikhwah dari beberapa dusun tetangga berkumpul memenuhi undangan sohibul bait, ustadz Cahyadi Takariawan, salah satu sesepuh dan muasis dakwah Yogyakarta.

Ini memang bukan acara formal. Pak Cah hanya ingin ngobrol santai dengan ikhwah-ikhwah yang tinggal disekitarnya memanfaatkan waktu mumpung Pak Cah ada di rumah. Beliau yang saat ini diamanahi sebagai Sekretaris MPP PKS hari kerjanya Selasa-Rabu-Kamis di DPP, Jum'at balik Jogja, Sabtu-Ahad 'ngamen' keliling memenuhi undangan seminar, bedah buku, dauroh, dll baik dalam maupun luar negeri, lalu Senin balik lagi ke Jogja. Kata 'ngamen' memang asli istilah yang diucapkan Pak Cah tadi malam sambil guyonan. Dan sebagaimana Jogja yang berhati nyaman, setiap ikhwah berkumpul gak bakal lepas dari guyonan yang menyegarkan.

Acara berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban. Begitu datang, para ikhwah langsung dipersilakan tuan rumah untuk menikmati hidangan mie godog yang sudah disediakan.

Setelah itu, acara "30 Tahun Refleksi Perjalanan Jama'ah Tarbiyah" dimulai dengan dipandu oleh pak @setiya_jogja.

Ustadz Cahyadi sepanjang rangkain kata menuturkan sejarah tarbiyah, dari mana dia bermula, bagaimana dia terus berjalan, hingga 30 tahun kemudian biidznillah atas karuniaNya pohon itu sudah bercabang dan berbuah dimana-mana yang para muasis saja tidak mengira.

30 tahun? Ya. Bermula dari empat orang di tahun 1982 yang berjanji setia sesama mereka untuk mengusung dakwah ini. Ustadz Hilmi, ustadz Salim, usatdz Baharmus, dan yang satu almarhum. Mereka menyemai dakwah tanpa kenal lelah, hanya bermodal tsiqoh billah.

Jalan mereka adalah tarbiyah. Senjata mereka adalah akhlak. Benteng mereka tsabat. Nafas mereka kesabaran. Dengan itu mereka menaklukan jutaan hati yang berpadu dan bergabung hanya karena satu ikatan: ikatan cinta di jalan Allah.

Keinginan mereka hanya satu: menyemai kebaikan di bumi pertiwi. Karena mereka hanyalah penerus risalah yang tidak merobah tujuan asasi:

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุงูƒَ ุฅِู„َّุง ุฑَุญْู…َุฉً ู„ِّู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ

"Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti itu selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya pasrah oleh keputusasaan."

"Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian." [Hasan Al-Banna]

Begitulah dakwah ini akan terus berjalan, di atas misi itu, misi cinta bukan permusuhan. Sebab, kata Anis Matta, cinta membuat kita menikmati hidup dalam perjuangan dan benci membuat orang lelah bahkan dalam kenikmatan. Dalam sejarah manusia kebencian tidak pernah bisa mengalahkan cinta, sebab cinta memberi kita energi positif dan membuat kita nyaman hadapi tantangan. Kita menang bukan karena kita berkuasa tapi karena kebenaran jadi nyata dalam kehidupan manusia, itu hanya mungkin karena cinta.

ุฑَุจَّู†َุง ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِุฅِุฎْูˆَุงู†ِู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุณَุจَู‚ُูˆู†َุง ุจِุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِู†َุง ุบِู„ًّุง ู„ِّู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฑَุจَّู†َุง ุฅِู†َّูƒَ ุฑَุกُูˆูٌ ุฑَّุญِูŠู…ٌ

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".


Sumber : WWW.PKSPIYUNGAN.ORG

Wakil Ketua DPR Pramono Anung: Wa Ode Cemarkan Nama Baik Anis


Jakarta - Mencuatnya nama Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen DPP PKS Anis Matta dalam kasus PPID dengan terdakwa anggota Banggar yang juga politisi Pan Wa Ode Nurhayati, dipandang Wakil Ketua DPR Pramono Anung merupakan pencemaran nama baik yang sengaja dituduhakan pada Anis.

"Sebagai lembaga politik biasa-biasa saja kalau ada orang yang ingin melakukan pencemaran ataupun menarik Pak Anis Matta karena bagaimana pun selain pimpinan DPR dia juga menjadi Sekjen partai," ucap Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/4/2012).

Pramono lantas menjabarkan mekanisme dalam pemutusan anggaran dimulai dari komisi -komisi, kemudian ke Banggar lalu diteruskan ke pimpinan DPR. Akan tetapi, lanjut Pramono, apabila ada kesalahan ataupun kekurangan maka pimpinan akan mengembalikan lagi ke Banggar serta komisi-komisi yang mengusulkan.

"Katakanlah seseorang ingin Pak Anis ditarik-tarik. Tetapi tugas itu memang menjadi tanggung jawab Pak Anis sehingga aneh kalau yang digugat Pak Anis," lanjut mantan Sekjen PDIP ini.

Lebih lanjut, Pramono menyakini bahwa sahabatnya tidak terlibat dalam kasus ini. Sebab, Anis sudah melakukan mekanisme aturan yang sudah ditetapkan oleh dewan.

"Pimpinan tidak terlibat sama sekali dalam pembahasan, baik itu di alat kelengkapan dewan maupun komisi-komisi. Pimpinan itu fungsinya hanya sebagai regulator," tandasnya.

*http://www.centroone.com

Pemindahan Sekolah Tergesa-gesa


WWW.KALTIMPOST.CO.ID ,SAMARINDA – Ribut-ribut pemidahan SMP 1 dan SMA 1 ke gedung baru di Jalan Kadri Oening, berbading terbalik dengan kesiapannya. Pasalnya, untuk gedung SMP 1, masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan.

Kepala SMP 1 Samarinda Djoko Iriandono mengaku, di gedung baru hanya tersedia 12 ruang kelas belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru tata usaha (TU), dan laboratorium multimedia. Selebihnya belum dibangun.

“Masih kurang 21 ruang kelas. Keterlambatan karena pemenang tender baru ditetapkan akhir April. Jadi awal Mei baru dibangun,” terangnya. Ia menambahkan, untuk tahun ajaran baru, hanya siswa baru yang menempati gedung baru, sisanya memakai gedung lama.
“Pemindahan akan kami lakukan pada 15 Juli nanti. Tapi untuk kelas VII saja. Nanti pada ajaran baru 2013 baru pindah semuanya,” jelasnya.

Persiapan berbeda justu terlihat di pembangunan SMA 1 Samarinda. Di sini, semua aspek belajar sudah siap. Sehingga pemindahannya sudah siap pada 15 Juli nanti.

“Sudah ada 31 ruang kelasa siswa, ruang guru, ruang tata usaha, kafeteria, masjid, perpustakaan, gedung kegiatan siswa, toilet dan lainnya. Yang belum selesai hanya satu gedung untuk 8 laboratorium,” jelas Kepala SMA 1 Samarinda Suwardi.

Namun, kata dia, masalah yang dihadapi saat ini adalah pemindahan inventarisasi sekolah, seperti bangku dan berkas-berkas penting. Tidak hanya masalah pembangunannya, masalah lain seperti jalan dan penunjang keselamatan pun belum diselesaikan Pemkot Samarinda.
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Mursyid AR mengatakan, akses jalan menuju gedung baru sekolah berstandar internasional itu tidak layak. “Jika hujan, jalan becek seperti lumpur,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan APBD Provinsi 2012 sebesar Rp 1 miliar yang digelontorkan, hanya mengakomodasi perbaikan Musala At-Taqarrub hingga blok A Perumahan Wartawan Indonesia di Jalan Kadri Oening. Hal ini berarti belum termasuk pembuatan jalan menuju Jalan HM Ardans yang merupakan akses menuju gedung sekolah yang baru.

Jika pemkot ngotot memindah kedua sekolah ini Juli mendatang, maka, lanjut dia, pemkot harus mampu mencari dan menggunakan dana pendamping. “Ini sudah bulan Mei, kalau sudah harus dipindah Juli, harus dikebut,” tuturnya. (*/ros*/bby/luc/wan)

Masyarakat Pesayan dan Pilanjau Minta Listrik dan Air Bersih


Masyarakat Desa Pesayan dan Pilanjau, Kecamatan Sambaliung, Berau, meminta diperjuangkan listrik PLN dan air bersih saat anggota DPRD Kaltim asal Dapil IV, Zaenal Haq, melakukan reses, 17-22 April 2012 tadi.

"Sudah hampir 20 tahun masyarakat kedua desa tersebut tak ada pelayanan listrik PLN. Mereka mengandalkan genset untuk memenuhi keperluan listrik sehari-hari, tapi hanya menyala lima jam saja per hari. Demikian pula air bersih, mereka mengolah sendiri, karena belum ada layanan dari PDAM," kata Zaenal Haq, Minggu (6/5) kemarin.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim yang berasal dari Dapil Bontang, Kutim dan Berau ini, aspirasi lainnya dari masyarakat "Kota Sanggam" adalah peningkatan jalan ring road - Raja Alam sepanjang 6,5 kilometer yang merupakan jalan penghubung menuju Bandara Kalimaru, perlu depot BBM khusus nelayan dan bantuan untuk pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Berau.

Sementara di Bontang, masyarakat setempat mengharapkan bantuan perbaikan jalan M Roem, jalan penghubung antara pusat Kota Bontang dengan pusat pemerintahan di Bontang Lestari. Selain itu, juga bantuan Water Treatment Process (WTP) untuk pemenuhan air bersih dan kelanjutan pembangunan Bandara Baru Bontang, agar segera bisa dinikmati masyarakat.

รข€ล“Masyarakat mengharapkan pembangunan Bandara Baru Bontang bisa diwujudkan, sehingga jarak tempuh Bontang -Samarinda yang biasanya 2,5-3 jam menggunakan jalan darat, bisa dipersingkat menjadi 15-20 menit dengan pesawat terbang. Demikian Bontang - Balikpapan yang lazimnya 5-6 jam menggunakan jalan darat, dapat dipangkas menjadi 30-35 menit memakai kapal terbang," kata wakil rakyat kelahiran Bungi, Pinrang, Sulsel, 23 Juni 1971 yang aktif mengisi kegiatan dakwah di masyarakat ini.

Di samping itu, masyarakat juga meminta anggota Komisi III DPRD Kaltim ini memperjuangkan pembangunan jalan poros Bontang - Sangatta, Kutim menuju Desa Sangkima Lama, Kecamatan Sangatta Selatan yang masih berupa jalan tanah.

Sementara masyarakat nelayan di Kelurahan Tanjung Laut dan Pulau Beras Basah, Kecamatan Bontang Selatan serta Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara meminta diperjuangkan bantuan kapal penangkap ikan dan perlengkapannya.

"Sedangkan aspirasi masyarakat Sidrap dan Martadinata, mereka tetap meminta diperjuangkan agar dapat bergabung dengan Kota Bontang, mengingat faktor kedekatan jarak," kata politisi yang lama berkarier di perusahaan Migas ini.

Aspirasi lain yang menjadi titipan masyarakat di Bontang, Kutim dan Berau adalah menyangkut bantuan alat peraga pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat.

Menurut Zaenal Haq, terhadap aspirasi-aspirasi masyarakat tersebut dirinya akan berjuang maksimal agar dapat dibantu anggaran pada Perubahan APBD 2012 atau APBD murni 2013 nanti.

"Sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan mereka," kata anggota Dewan yang rajin bersepeda ini. (***)

Sumber : Dari Situs Resmi DPRD Prov Kaltim

Mesir-Iran Bersatu, AS-Israel Bakal Tertekan


REPUBLIKA.CO.ID, Kelompok politik Mesir menekankan pentingnya upaya untuk mulai menjalin hubungan dengan Republik Islam Iran.

Ketua Partai Demokratik Perdamaian, Ahmad al-Fadhali kepada televisi al-Alam mengatakan, presiden mendatang Mesir harus menjalin hubungan yang kuat dengan Iran.

Menurutnya, presiden mendatang Mesir hanya akan kuat dan memiliki popularitas tinggi jika tidak mengekor pada kebijakan AS, Israel serta perjanjian Camp David, namun sebaliknya ia menerapkan kebijakan memulihkan hubungan Kairo dan Tehran serta berusaha membebaskan Palestina dan al-Quds.

Naji al-Shahabi, anggota parlemen Mesir kepada al-Alam mengatakan, pembatakan kesepakatan damai dengan Rezim Zionis Israel merupakan harapan dirinya kepada presiden mendatang Mesir.

"Upaya Mesir untuk menjalin hubungan dengan negara-negara Arab dan Islam termasuk Republik Islam Iran serta pembebasan Palestina merupakan isu penting yang harus diperhatikan presiden mendatang Mesir," ujar Naji al-Shahabi.

Sementara itu, rakyat Mesir sendiri menuntut pemerintahannya membuka hubungan dengan Iran. Seorang warga Mesir ketika diwawancarai al-Alam mengatakan, jika pemerintah Kairo membuka hubungan dengan Teheran maka hal ini akan menjadi kekuatan besar untuk menekan AS dan Israel di kawasan.

PKS Desak KPK Tuntaskan Kasus Wa Ode


REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN - Anggota DPR-RI Habib Nabiel Fuad Almusawa dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut tuntas kasus Wa Ode Nurhayati.

Permintaan wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui press releasenya kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (7/5), terkait tudingan Wa Ode ke Anis Matta yang juga Wakil Ketua DPR dari PKS.

Politisi PKS itu mengingatkan pula agar dalam kasus mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI (Wa Ode) tersebut, KPK jangan terjebak dalam proses administrasi, surat menyurat dan rapat demi rapat.

"Tapi KPK harus menelisik, dana Wa Ode itu dari mana dan kemana mengalirnya. Sangat mungkin ada pihak lain yang hingga kini belum disebut-sebut namanya tersangkut dalam kasus tersebut," ujarnya.

"Dalam penyelidikan aliran dana tersebut, KPK bisa meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," saran alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat (Jabar) itu.

Namun Habib Nabiel yakin, KPK akan bertindak profesional, akan melanjutkan proses hukum terhadap pihak yang terindikasi bersalah dan memulihkan nama baik yang tidak bersalah.

"Saya yakin KPK akan bertindak profesional. Akan melanjutkan proses hukum terhadap pihak yang terindikasi bersalah dan memulihkan nama baik pihak yang tidak bersalah, sekalipun pihak yang tidak bersalah itu diopinikan bersalah oleh publik," lanjutnya.

Wa Ode diduga menerima Rp 6 miliar dari pengusaha Fahd A Rafiq sebagai imbalan memasukkan tiga kabupaten di Aceh, yakni Pidie, Aceh Besar, dan Benar Meriah, dalam daftar daerah penerima Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Dugaan uang suap yang diberikan Fahd melalui Haris Surahman yang mentransfernya melalui rekening staf pribadi Wa Ode, Sefa Yolanda itu. KPK pun menetapkan Fahd sebagai tersangka.

"Dalam pengembangan kasus tersebut, KPK juga menetapkan Wa Ode sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kepemilikan harta Rp 10 miliar," ungkapnya.

Terkait tudingan Wa Ode yang menyatakan, wakil Ketua DPR Anis Matta cenderung memaksa meminta tanda tangan Menteri Keuangan (Menkeu) untuk menandatangani surat yang bertentangan dengan rapat Banggar, dia mengimbau, KPK juga agar memanggil Menkeu.

"Kalau ada yang dituding memaksa berarti ada yang dipaksa. KPK sudah meminta keterangan dari pihak yang dituding memaksa. Agar keterangan yang dihimpun lengkap, KPK diimbau agar memanggil juga Menkeu sebagai pihak yang dianggap dipaksa," pintanya.

"Pemanggilan dan atau pemeriksaan terhadap Menkeu itu penting, untuk membuktikan kebenaran tudingan mantan anggota Banggar DPR Wa Ode tersebut," demikian Habib Nabiel.

Berita Terpopuler

DPW PKS KALTIM

Tahukah Kita

Renungan & Hikmah

Bidpuan DPC ULU

Dapur Bidpuan Samarinda Ulu


Fraksi DPRD Smd ( Oleh : Utomo Puji )

 
© Copyright PKS Samarinda Ulu 2012 | Design by PKS TEMPLATE | Powered by Blogger.com.